Sabtu, 20 Jun 2026 10:40 WIB

NasDem Tegaskan Tak Tertarik dengan Wacana Jabatan Presiden 3 Periode

Ketum NasDem Surya Paloh saat jumpa pers di Hotel Dyandra, Surabaya (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ketum NasDem Surya Paloh saat jumpa pers di Hotel Dyandra, Surabaya (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh tidak tertarik membahas wacana jabatan presiden tiga periode.

Hal itu diungkapkan Surya Paloh saat menggelar rapat koordinasi pemenangan Pemilu 2024 Partai Nasdem Jawa Timur di Hotel Dyandra, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Senin (28/2/2022).

Baca Juga: Tebar Kepedulian, Kader NasDem ini Salurkan 105 Hewan Kurban di Probolinggo

"Kalau namanya kereta api, keretanya udah jalan nih, nah harapan saya, tentu kalau masalah penundaan ya jangan tertunda. Kita bangsa besar, melahirkan pemikiran-pemikiran besar dan kita memiliki pemimpin besar. Saya pikir kita mampu," ujar Surya Paloh dalam jumpa pers.

Menurut Surya Paloh, wacana penundaan Pemilu 2024 sangat tidak relevan jika negara dalam kondisi baik-baik saja. Kecuali dalam kondisi perang atau bencana alam.

"Jadi dalam penundaan pemilu, kalau itu amat sangat terpaksa, kalau perang terjadi barang kali di sekitar kita ini, ada bencana alam luar biasa terjadi. Ada hal-hal lain di luar kekuasan kita yang normatif. Kenapa tidak kita tunda aja pemilu itu," ungkapnya.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

"Saya sudah katakan tadi, kita telah lakukan semua upaya kita, termasuk terakhir kesepakatan antara eksekutif dengan DPR, menempatkan jadwal pemilu. Saya pikir sudah menjawab semua," sambungnya.

Namun di sisi lain, Surya Paloh menilai jika selama ini kepemimpinan Jokowi dan Ma'ruf Amin terlihat jelas membawa perubahan bagi Bangsa Indonesia. Terlihat dari salah satunya soal penanganan Covid-19.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

"Tapi sepanjang ini masih berjalan baik. Bahkan kepemimpinan pemerintahan sekarang ini berhasil mengatasi Pandemi Covid-19 misalnya, itu yang harus kita apreasiasi. Pemerintah juga merencanakan progam-progam besar," terang dia.

"Termasuk rencana pemindahan ibu kota, yang sudah disepakati dan melahirkan undang-undang. Kita harus dorong terus, agar keberhasilan ke arah itu semakin hari semakin baik," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.