Kamis, 18 Jun 2026 17:20 WIB

Kisah Gempa Lokal saat Belanda Memenjarakan KH Asad Samsul Arifin

KHR As'ad Samsul Arifin. (Foto: wikipedia)
KHR As'ad Samsul Arifin. (Foto: wikipedia)

Probolinggo - Ulama dari Kabupaten Situbondo KH Raden As'ad Syamsul Arifin pernah dipenjara Belanda. Namun tentara Belanda sempat mengalami ketakutan saat itu.

Ulama sekaligus tokoh penting dalam berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) itu pun akhirnya dibebaskan dan kembali lagi ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah, Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Cerita itu disampaikan KH Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid di sela acara Peringatan Haul Masyayikh & Harlah ke-73 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Minggu (27/2/2022).

"Memang Pondok Pesantren Sukorejo ini menjadi pengungsian dari para pejuang, karena Belanda mungkin agak takut, sungkan untuk mengobok-obok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo," tutur KH Zuhri.

Dari cerita yang diterima KH Zuhri, penjajah dari tentara Belanda sempat menahan dan memasukkan penjara KH R As'ad Samsul Arifin.

Namun, ada sesuatu yang aneh sehingga tentara Belanda ketakutan dan melepaskan KH As'ad Samsul Arifin dari penjara.

"Menurut ceritanya, KH Raden As'ad Samsul Arifin yang waktu itu sempat ditahan oleh Belanda. Tapi beliau seorang ahli riyadhoh," ujarnya.

"Kemudian (KH R As'ad Samsul Arifin) sempat riyadhoh di tempat tahanan. Maka, penjara sebagai tempat tahanan itu bergoncang. Jadi, timbul gempa lokal. Sehingga (tentara) Belanda ketakutan. Akhirnya dilepas dan kembali lagi ke dalem (kediaman) beliau di (Ponpes) Sukorejo," terangnya.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

KH Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo (Foto: Tangkapan layar YouTube Pondok Peantren Nurul Jadid)KH Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo (Foto: Tangkapan layar YouTube Pondok Peantren Nurul Jadid)

Sejak kejadian itulah, tentara Belanda tidak berani atau segan dengan KH Raden As'ad Samsul Arifin.

"Dan sejak itulah, Pondok Sukorejo dianggap tanah lindu atau disebut seperti tanah haram (bagi tentara Belanda). Jadi Belanda tidak berani," tutur KH Zuhri Zaini.

KH Raden As'ad Samsul Arifin lahir di Mekkah Arab Saudi pada 1897. Kemudian, wafat pada 4 Agustus 1990 di Situbondo, Jawa Timur.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

KH As'ad Samsul Arifin ulama sekaligus tokoh penting dalam berdirinya Nahdlatul Ulama (NU). Sebab, KH As'ad adalah penyampai pesan isyarat berupa tongkat disertai ayat Alquran dari Syaikhona Kholil Bangkalan kepada KH Hasyim Asyari.

Selain sebagai ulama yang menyebarkan ilmu agama dan memimpin pesantren. Kiai As'ad juga ikut bergerilya berjuang mengusir penjajah Jepang dari Jember.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada KHR As'ad Samsul Arifin dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 90/TK/Tahun 2016 tanggal 3 November 2016 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.