Selasa, 16 Jun 2026 14:26 WIB

Menikmati Nasi Boran di Stadion Surajaya Lamongan

Narti pedagang nasi boran saat melayani para pemain sepak bola di Stadion Surajaya Lamongan (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Narti pedagang nasi boran saat melayani para pemain sepak bola di Stadion Surajaya Lamongan (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

Lamongan - Selain soto dan pecel lele, nasi boran menjadi salah satu kuliner khas Lamongan. Tak heran jika nasi boran kerap dijadikan menu hidangan untuk sajian dalam berbagai acara.

Seperti halnya yang dilakukan oleh klub fun football asal Lamongan Ideal FC. Manajemen klub tersebut memborong nasi boran untuk dihadirkan di Stadion Surajaya Lamongan saat mereka menggelar pertandingan persahabatan dengan klub asal Gresik LGR FC.

Baca Juga: Match For Goodness, Cara Komunitas Persebaya ABG dan Allegiant Bantu UMKM Lokal

Salah satu pentolan Ideal FC, Aria Zunaidi Siregar mengatakan sudah menjadi kebiasaan klubnya menjamu tim tamu dengan menyuguhkan kuliner khas Lamongan. Selain kebutuhan konsumsi, tujuan lainnya adalah untuk memperkenalkan kuliner Lamongan kepada tim tamu.

"Kebetulan tim tamu berasal dari luar Lamongan. Karena itu kita sajikan nasi boran khas Lamongan supaya mereka bisa merasakan kelezatan nasi boran," kata Aria Zunaidi.

Setelah bertanding Aria kemudian mempersilakan para pemain LGR FC Gresik untuk lebih dulu menikmati hidangan sego boran yang telah disiapkan. Dengan lahap para pemain LGR FC menyantap nasi boran khas Lamongan itu.

"Doyan banget, pedasnya pas. Mantul pokoknya. Saya bahkan sempat nambah," kata Yudi, stoper LGR FC.

Baca Juga: Semarak Boran Agung di Lamongan, 1.447 Porsi Ludes Diserbu Warga

Sementara Narti (34) pedagang nasi boran mengaku jika sudah 3 kali ini mendapat pesanan dari klub sepak bola yang bertanding di Stadion Surajaya Lamongan.

"Alhamdulillah dagangan langsung habis jadi bisa pulang lebih sore. Saya juga ikut puas saat mereka makan dengan lahap masakan saya," ucap pedagang nasi boran asal Kecamatan Turi itu.

Menu nasi boran merupakan nasi campur dengan bumbu kental khas. Biasanya nasi boran memiliki pilihan lauk yang beragam mulai tahu, tempe, telur asin, ayam, jeroan, ikan bandeng, ikan gabus hingga ikan sili.

Baca Juga: Sambut Ramadan, Kuliner Khas NTT Siap Manjakan Lidah Warga Malang

Nasi boran identik dengan tempat nasi yang terbuat dari anyaman bambu. Biasanya nasi boran dijajakan secara keliling oleh pedagang setempat dengan cara digendong menggunakan selendang atau jarik.

Para pedagang nasi boran tersebut mudah kita jumpai saat kita melintas di jalan raya Kota Lamongan, terutama di pinggiran jalur utama pantura saat sore hari hingga malam hari.

Berkat upaya Pemkab Lamongan, kini nasi boran telah mendapatkan hak paten dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sebagai kuliner milik Kabupaten Lamongan.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.