Kamis, 18 Jun 2026 11:43 WIB

Pantau PTM, Bupati Ipuk: Sekolah Harus Respon Cepat dan Menyesuaikan Diri

  • Penulis :
  • | Selasa, 15 Feb 2022 17:56 WIB
Ipuk melakukan sidak di Di SDN 2 Tembokrejo, untuk memastikan pembelajaran berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)
Ipuk melakukan sidak di Di SDN 2 Tembokrejo, untuk memastikan pembelajaran berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). Di sela kunjungan kerjanya di Kecamatan Muncar, Ipuk melakukan sidak di Di SDN 2 Tembokrejo, untuk memastikan pembelajaran berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat di tengah meningkatnya kasus Covid-19 di Banyuwangi.

"Saya ingin memastikan sekolah-sekolah ini harus merespon cepat terkait kondisi saat ini. Kalau ditemukan kasus, segera konsultasi dengan satgas kecamatan dan konsultasi dengan Dinas Pendidikan langkah apa yang harus diambil,” kata Ipuk.

Baca Juga: Pemenang Puteri Indonesia 2025 Firsta Yufi Ternyata Jebeng Banyuwangi 2019

Ipuk menjelaskan bahwa di Banyuwangi saat ini terdapat 999 kasus aktif Covid-19. Dengan kondisi semacam ini, Ipuk mengimbau semua sekolah agar jauh lebih berhati-hati dan terus memantau kondisi guru serta muridnya.

"Cek segera. Kalau ada yang sakit segera dites dan dilakukan tracing dengan segera. Semua harus menyesuaikan dengan kondisi saat ini," kata Ipuk.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Banyuwangi Dibuka Juli 2025, Ini Persiapannya

Kepala Sekolah SDN 2 Tembokrejo, Imam Sultani menjelaskan pihak sekolah telah menerapkan pembelajaran terbatas. Siswa kelas 1 – 4 pembelajaran di sekolah (PTM) hari Kamis hingga Sabtu, sementara kelas 5 – 6 hari Senin hingga Rabu. Pembelajaran pun dibagi menjadi dua, 50 persen siswa masuk pukul 07.00 – 09.00 dan separuh berikutnya di pukul 09.00 – 11.00.

"Sejak ditemukan satu siswa yang terpapar covid 19 hasil tracing dari keluarganya, kami mulai menerapkan pembelajaran terbatas. Untuk saat ini, masih satu siswa tersebut yang diketahui terpapar. Yang bersangkutan masih isoman," jelas Imam.

Baca Juga: Bupati Ipuk Ajak Ikawangi Perkuat Soliditas Membangun Banyuwangi

Selain mengunjungi sekolah, Ipuk juga menyempatkan diri meninjau Puskesmas Sumberberas untuk memastikan kesiapan Puskesmas, mulai dari obat-obatan, fasilitas kesehatan, hingga kesiapan tenaga tracing dan entry data.

"Kasus covid sedang naik, kami berharap tenaga kesehatan tetap menjalankan tugasnya dengan baik. Kami sadar tentunya berat bagi nakes menjalankan tugasnya saat ini karena resikonya. Semoga keiklasan bapak-ibu semua bernilai ibadah," kata Ipuk menyemangati para Nakes.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.