Senin, 15 Jun 2026 19:04 WIB

Peringati Sewindu Letusan Gunung Kelud, Mas Dhito Minta Warga Tak Termakan Hoax

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana bersama warga di sekitar Gunung Kelud. (Foto: Dok Humas Pemkab Kediri)
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana bersama warga di sekitar Gunung Kelud. (Foto: Dok Humas Pemkab Kediri)

Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memperingati sewindu meletusnya Gunung Kelud. Orang nomor 1 di jajaran Pemkab Kediri ini mendatangi masyarakat di sekitar Gunung Kelud. Mas Dhito meminta masyarakat untuk tidak termakan hoax mengenai peningkatan aktivitas gunung berapi tersebut.

Hal tersebut disampaikan Mas Dhito karena acap kali beredar informasi yang tidak bisa dipertangiungjawabkan. Seperti pertengahan bulan yang lalu, muncul isu yang berkembang di masyarakat karena adanya peningkatan gunung yang mempunyai ketinggian 1731 Mdpl ini.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Mas Dhito menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kediri akan memberikan pemberitahuan dan peringatan dini jika terjadi peningkatan aktivitas yang terjadi pada gunung tersebut.
Menurutnya saat ini kondisi Gunung Kelud berstatus normal dan belum menunjukkan peningkatan aktivitas. “Saya pastikan hingga hari ini Gunung Kelud berstatus normal atau level 1,” ujarnya, Senin (14/2/2022)

Setiap hari pos pantau terus mengawasi aktivitas Gunung Kelud. Pemerintah juga akan melakukan pembenahan di titik evakuasi yang mengalami kerusakan dan penyempitan.

Selain itu Pemkab juga memberikan simulasi kebencanaan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana, Pemkab melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri membentuk tim desa tangguh bencana (destana) bagaian dari langkah-langkah antisipasi.

"Pemkab juga telah menentukan mana-mana saja jalur evakuasi yang cepat untuk dilalui warga jika Gunung Kelud kembali meletus," tuturnya.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi mengatakan terdapat 20 desa di sekitar Gunug Kelud yang sudah mendapatkan pelatihan mitigasi dan evakuasi bencana.

Mereka diminta selalu bersiap dan waspada jika terdapat tanda-tanda peiningkatan aktivitas.

Menanggapi hoaks dan isu yang berkembang mengenai aktivitas Gunung Kelud yang meletus 8 tahun sekali, Slamet menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

"Dari 20 desa di lereng Gunung Kelud telah terlatih bagaimana mitigasi dan evakuasi bencana,” pungkasnya.

(ADV)

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.