Rabu, 17 Jun 2026 18:08 WIB

2 Pemuda di Kediri Tewas Terpeleset saat Cari Ikan, Sempat Minta Tolong

Proses evakuasi jenazah korban. (Foto: Basarnas for jatimnow.com)
Proses evakuasi jenazah korban. (Foto: Basarnas for jatimnow.com)

Kediri - Dua pemuda di Kabupaten Kediri ditemukan tewas di DAM Sumbersuko. Korban diketahui bernama Johan (22) warga Desa Manggis, Kecamatan Puncu, dan Teguh (21) Desa Satak, Kecamatan Puncu.

Korban diduga terpeleset saat mencari ikan di tepi DAM Sumbersuko, Desa Tunglur, Kecamatan Badas, lalu terbawa arus sungai yang deras. Korban pertama ditemukan sekitar 1,2 Km dari lokasi kejadian. Sedangkan korban kedua berjarak 10 Km dari lokasi awal.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Kapolsek Pare, AKP I Nyoman Sugita menerangkan peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu (13/2/2022) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu saksi melihat sepeda motor yang diparkir di tepi DAM.

Diduga kedua korban saat itu sedang mencari ikan. Tak berapa lama saksi mendengar suara korban meminta tolong. Namun karena arus sungai yang deras disertai minimnya penerangan, proses evakuasi terhadap korban tidak berjalan maksimal. Warga akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pencarian pada pagi harinya.

"Relawan dibantu dengan Basarnas dan petugas lainnya kemudian melakukan penyisiran untuk mencari keberadaan korban," ujarnya, Senin (14/2/2022).

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Proses pencarian pada hari Minggu tidak membuahkan hasil. Mereka kemudian melanjutkan pencarian pada Senin pagi. Hasilnya mereka menemukan korban Johan di jarak 1,2 KM dari lokasi awal. Jenazah korban kemudian langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Tak lama kemudian jenazah korban kedua bernama Teguh juga ditemukan. Korban ditemukan di aliran sungai Desa Sidowarek, Kecamatan Plemahan yang berjarak sekitar 10 Km dari lokasi kejadian.

"Kedua jenazah berhasil ditemukan hari ini, lokasi kedua jenazah berjauhan," tuturnya.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Dari hasil visum yang dilakukan petugas, tidak ditemukan adanya tanda bekas penganiayaan di tubuh korban. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dimandikan dan diserahkan ke pihak keluarga.

Mereka menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. "Jenazah lalu kami serahkan ke pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.