Rabu, 17 Jun 2026 11:51 WIB

Catatan Anwar Sadad

14 Februari, Valentine dan Fakta Sejarah Tentara PETA

  • Penulis :
  • | Senin, 14 Feb 2022 12:25 WIB

jatimnow.com - Tak hanya Valentine, 14 Februari juga menyimpan fakta sejarah yang dahsyat. Pada tanggal 14 Februari, tentara PETA (Pembela Tanah Air) Daidan (Batalyon) Blitar yang dikomandani Shodanco Supriyadi menyerang markas tentara Jepang.

PETA adalah calon-calon tentara yang disiapkan Jepang untuk memperkuat angkatan bersenjatanya. Mereka terdiri dari anak-anak muda pilihan yang telah mendapatkan pendidikan formal setingkat SMP.

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

Mereka di didik di pusat-pusat latihan tempur di beberapa tempat, di antaranya di Daidan Blitar. Jiwa patriotisme mereka berontak menyaksikan kekejaman tentara Jepang kepada warga pribumi.

Jepang memberlakukan romusha (kerja paksa) tak pandang bulu, warga pribumi laki-laki dan perempuan dipaksa bekerja untuk mereka.

Warga pribumi dipaksa menjual sebagian besar hasil pertanian, termasuk jagung dan padi, bahkan telur dengan harga murah, dengan hanya menyisakan sedikit tidak cukup untuk dimakan keluarga sendiri.

Maka perlawanan dimulai. Rekan Supriyadi, Shodanco Partiharjono pada tanggal 14 Februari 1945 mengibarkan bendera merah putih besar di sebuah lapangan di Blitar.

Pemberontakan pecah.

Baca Juga: Menilik Sejarah Masjid Pertama di Pare Kediri, Usianya Lebih dari Satu Abad

Jepang mengerahkan seluruh pasukannya untuk meredam pemberontakan. Hanya karena muslihat Jepang, pemberontakan berhasil diredam. Sebanyak 68 orang ditangkap, 8 orang dihukum mati, 2 orang dilepaskan. Supriyadi raib.

Tak ada catatan apakah dia berhasil melarikan diri, atau gugur dalam pemberontakan tersebut. Pada saat menghilang, Supriyadi masih belia, berusia 21 tahun.

Oleh karena itu, pesan saya untuk generasi muda, gali terus sejarah perjuangan pahlawan kita. Ambil spiritnya.Para pahlawan berjuang untuk kemerdekaan negeri tercinta ini.
Seperti pesan dalam konstitusi kita, kemerdekaan hanya pintu gerbang.

Baca Juga: Bung Karno Tak Terbukti Khianat, Indah Kurnia Ajak Warga Melek Sejarah

Generasi muda yang bertugas mewujudkan cita-cita kemerdekaan, cita-cita proklamasi kemerdekaan tahun 1945. Mari kita memperingati Hari Pemberontakan PETA, 14 Februari, 77 tahun yang lalu.

* Anwar Sadad, Ketua DPD Partai Gerindra Jatim

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.