Sabtu, 20 Jun 2026 08:08 WIB

Pemenang Lelang Bangunan Pasar Besar Kota Batu Mengaku Rugi Rp75 Juta, Lho?

Pasar Besar Kota Batu yang diratakan. (Foto: Galih Rakasiwi/Jatimnow.com)
Pasar Besar Kota Batu yang diratakan. (Foto: Galih Rakasiwi/Jatimnow.com)

Batu - Pemenang lelang pembongkaran bangunan Pasar Besar Kota Batu meminta pertanggungjawaban Pemkot Batu. Mereka mengaku rugi Rp75 juta akibat beberapa hak pemenang tidak didapat. Seperti rolling door, asbes kayu, dan jendela kusen ternyata hilang.

"Ada sejumlah barang yang menjadi hak pemenang lelang pembongkaran Pasar Besar Kota Batu tidak kembali karena dibawa pulang oleh pedagang. Diantaranya 19 rolling door atau pintu gulung, 5 atap asbes kayu dan 8 jendela kusen yang dibawa," ujar pemenang lelang, Zubaidi, Senin (14/2/2022).

Baca Juga: DJKN Jatim dan BRI Gelar Gebyar Lelang Indonesia, Pamerkan Artefak Meteorit Langka

Dengan hilangnya barang-barang tersebut dia pun merugi. Makanya ia meminta pertanggungjawaban agar ada solusi karena dia mengaku sudah bekerja maksimal.

"Sebelumnya saya sudah meminta dengan baik agar pedagang yang mengambil bisa mengembalikan barang tersebut. Namun sampai tanggal waktu yang ditentukan, yakni 5 Januari 2022, aset-aset tersebut tidak kembali juga. Kami minta ke Pemkot agar barang-barang dikembalikan atau ada solusi," imbuhnya.

Dirinya pun bakal mengambil langkah dengan mengklaim kerugian tersebut ke Pemkot Batu. Ia berharap Pemkot Batu bisa kooperatif untuk pemenuhan barang-barang yang sudah menjadi miliknya.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Kami sudah ikuti peraturan. Bahkan kami tidak ruwet saat melakukan pelunasan, dan kami bekerja secara maksimal. Karena itu saya minta agat barang hilang bisa diganti rugi," bebernya.

Sebelumnya dalam lelang pembongkaran Pasar Besar Kota Batu, Pemkot melalui KPKNL Malang melelang pembongkaran tersebut dari harga Rp597.477.000. Dalam proses lelang Zubaidi menawar lelang senilai Rp2,1 miliar.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Sementara itu, dengan adanya permasalahan tersebut, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Batu, M. Chori tengah melakukan sinkronisasi dengan UPT pasar tentang barang pemenang bongkaran yang hilang.

"BKAD tengah berkoordinasi dengan Disperindag dalam hal ini UPT Pasar. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan antara lain inventarisir, penelitian dan penelusuran. Jika perlu, bisa melibatkan aparat yang berwenang lainnya untuk memastikan status barangnya benar-benar hilang atau bagaimana," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.