Rabu, 17 Jun 2026 21:13 WIB

Proyek Pengurukan Lahan Perumahan di Gunung Anyar Timur Surabaya Diprotes Warga

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Sabtu, 12 Feb 2022 18:38 WIB
Proyek pengurukan lahan perumahan di Gunung Anyar Timur Surabaya diprotes warga (Foto-foto: Warga for jatimnow.com)
Proyek pengurukan lahan perumahan di Gunung Anyar Timur Surabaya diprotes warga (Foto-foto: Warga for jatimnow.com)

Surabaya - Warga RT 03 hingga 06, RW 08, Gunung Anyar Timur, Kelurahan Gunung Anyar, Kota Surabaya memprotes proyek pengurukan lahan perumahan PT Griya Mapan Sentosa (GMS), Sabtu (12/2/2022).

Demo dilakukan disinyalir akibat tidak adanya koordinasi dari pihak pengembang ke warga. Selain itu, warga terkena dampak proyek tersebut, seperti pagar rusak dan jalanan berdebu. Apalagi akses jalan di kawasan tersebut terbilang sempit.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Demo ini kami lakukan karena pengerjaan proyek perumahan ini sudah ngawur. Selain tidak ada koordinasi ataupun izin, juga mengganggu warga di sini," kata Ketua RW 08 Gunung Anyar Timur, Imam di lokasi.

Imam saat itu didampingi wakilnya, Yuli dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kamdi bersama sejumlah warga dan RT setempat dengan membawa poster bertuliskan prostes protes terhadap PT GMS.

Pantauan di lokasi, ada dua proyek yang dikerjakan, yang saat ini masih dalam proses pengurukan. Lokasinya di sisi kanan dan kiri jalan tepat samping perumahan PT GMS yang lebih dulu berdiri dan sudah ditempati.

Saat warga melakukan demo tersebut, pihak pengembang tidak ada di tempat. Hanya ada sejumlah pekerja, yang memang ditempatkan di perumahan itu. Saat dimintai konfirmasi mereka memilih bungkam.

Proyek pengurukan lahan perumahan di Gunung Anyar Timur Surabaya diprotes wargaProyek pengurukan lahan perumahan di Gunung Anyar Timur Surabaya diprotes warga

"Pengerjaan ini dilakukan sejak Januari kemarin (2022). Tapi pemberitahuannya bukan ke kami, tapi ke RT 02, yang bukan wilayahnya. Ini kan aneh. Patut dipertanyakan," terang Imam.

"Nah, selama ini kami RT, RW maupun LPMK tidak ada pemberitahuan apapun," tambahnya.

Imam menjelaskan, dari pembangunan awal perumahan yang lama sudah tidak ada izin ke warga. Dan akibat pembangunan itu, pagar-pagar rumah warga banyak yang rusak, roboh.

"Saat itu pihak vendor memang sempat berjanji memperbaiki, tapi tidak ada tindakan hingga sekarang. Dari pihak vendor proyek ini sudah menyalahi aturan. Padahal kita sempat duduk bareng. Tapi ini tiba-tiba langsung digarap. Terus kami coba kontak tapi tidak bisa," jelasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Malah ujung-ujungnya kita dikasih uang. Padahal yang diharapkan warga bukan itu. Kami hanya ingin ada koordinasi yang baik. Aspirasi warga bisa tersampaikan. Selain juga kontribusi," sambungnya.

Imam menyatakan bahwa pihak pengembang telah ingkar janji. Seperti dengan muda membalikkan tangan.

"Padahal harapan kami simple aja sebenarnya. Hanya kordinasi yang baik, selain juga kontribusi. Yang baik-baik lah," tandasnya.

Yuli, wakil Imam menambahkan, jika selama pengerjaan dari awal hingga sekarang, perangkat desa memang sempat ditemui pihak pengembang maupun vendor, tapi sampai saat ini hanya janji-janji saja.

"Warga sangat kecewa. Karena tidak ada itikad baik. Padahal intinya kita ingin mediasi, duduk bersama, cari jalan keluarnya. Tapi ini tidak ada. Ijin nggak ada. Wong ini aja LPMK nggak dianggap," tegasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Saya rasa ada oknum yang bermain di balik ini semua. Kasihan warga di sini. Padahal warga di sini inginnya baik-baik. Diomongkan baik baik, itu aja," pungkas Yuli.

Dalam demo tersebut, diketahui pihak Polsek Gunung Anyar juga terlihat datang ke lokasi. Kapolsek Iptu Biadi juga terlihat turun langsung untuk melakukan pengamanan.

Setelah melakukan mediasi dengan warga, pihak polsek langsung meminta para pekerja proyek untuk memberhentikan pengerjaannya, sampai nantinya ada proses mediasi dari pihak pengembang dengan warga setempat.

Terpisah, Legal Hukum PT GMS, Hery saat dikonfirmasi terkait proyek pembangunan tersebut mengaku tidak ikut campur mengenai pengurukan. Menurutnya, ada bagian sendiri yang mengatur semua itu.

"Kalau untuk itu ada yang mengatur sendiri mas. Namanya Pak Ponidi. Yang bagian pengurukan. Saya tidak tahu itu. Saya coba konfirmasi orangnya dulu. Karena yang mengurus semuanya, izin-izin dan sebagainya beliau. Itu aja ya pak," jawabnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.