Rabu, 17 Jun 2026 11:19 WIB

Jembatan Anti Gempa di Pacitan Jadi Lokasi Swafoto Warga

Jembatan anti gempa di Kelurahan Sidoharjo, Pacitan. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Jembatan anti gempa di Kelurahan Sidoharjo, Pacitan. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Pacitan - Kabupaten Pacitan akhirnya memiliki jembatan anti gempa yang berdiri di atas Sungai Teleng, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan. Pembangunan jembatan penghubung Teleng dan Jaten tersebut berbiaya Rp200 juta.

Jembatan bercat merah itu menarik perhatian warga setempat. Warga yang penasaran, menjadikannya sebagai spot berswafoto atau berselfie. Beberapa yang berada di lokasi, tampak rela mengantre agar dapat mengambil gambar dari tengah jembatan.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Padahal sebelum memasuki jembatan, sudah terpasang imbauan penggunaannya. Seperti digunakan oleh 3 orang secara bergantian dan beban yang terbatas, serta dilarang ada kendaraan yang melintas.

"Bagus dan penasaran. Tapi ya itu tadi jembatannya goyang. Jadi takut-takut gimana," ujar Indah Purnama, salah seorang warga di lokasi, Sabtu (12/2/2022).

Fenomena jembatan kedaruratan menjadi spot selfie, tak dipermasalahkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pacitan Sumorohadi. Hanya saja, warga diharapkan memperhatikan imbauan yang terpasang di lokasi.

Apalagi, pembangunan jembatan kedaruratan yang menggandeng tim ahli dari Indonesia tersebut, sekaligus menjadi akses penghubung alternatif dari Teleng ke Bukit Jaten di sisi barat.

Baca Juga: Dinas Sosial Tulungagung Salurkan Bansos Kemensos RI ke Ratusan Masyarakat

Jika potensi gempa besar merusak jalur utama, warga tak kesulitan mengevakuasi diri ke tempat aman.

"Ya Maklum saja, konstruksinya didesain dari tali baja dengan kemampuan terbatas. Jadi terbatas," jelas Sumorohadi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pacitan Roni Wahyono, mempertanyakan imbauan melintas untuk 3 orang di jembatan kedaruratan. Menurutnya, jembatan yang dibangun guna kepentingan mitigasi harus bisa digunakan banyak orang di saat darurat.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

“Kalau tadi melihat papan peringatan untuk 3 orang, itu agak kontra produktif lah. Kalau kita bayangkan, masa darurat itukan rombongan orang. Hal ini akan kita klarifikasi dulu ke Dinas Sosial,” kata Roni.

Tagana, lanjut Roni, memberikan masukan agar di sekitar jembatan gantung tersebut dilengkapi fasilitas taman siaga bencana untuk sarana edukasi, khususnya agar masyarakat mengetahui fungsi jembatan darurat.

“Ya Tagana memberi masukan untuk dijadikan taman siaga bencana, sehingga bisa menjadi sarana pembelajaran juga. Ketika orang nanti ada bencana mereka sudah terbiasa. Kalau ada anak anak TK ke sana ya gak masalah, yang penting ada pengawasan dari orang yang berkompeten,” pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.