Kamis, 18 Jun 2026 17:42 WIB

Memprihatinkan, Kekerasan Seksual Anak di Jatim Naik 100 Persen Selama 2021

ilustrasi
ilustrasi

Surabaya - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) mencatat selama tahun 2021 kekerasan terhadap anak di Jawa Timur mengalami peningkatan cukup signifikan hingga 100 persen.

Peningkatan itu dihitung dalam perbandingan kasus dari tahun 2020 dan selama tahun 2021. Pada tahun 2020 kekerasan terhadap anak mencapai 186 kasus dengan 46 diantaranya berani melapor. Sedangkan di tahun 2021 mencapai angka 368, dengan laporan langsung 137.

Baca Juga: Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Dari tinjauan pelaku dan korban, pada tahun 2020 yang terkategori pelaku sebanyak 261 orang dan sebagai korban langsung sebanyak 165 anak. Kemudian di Tahun 2021 jumlah pelaku sebanyak 177 orang dan sebagai korban langsung 407 anak.

"Hal ini bisa dimaknai bahwa satu orang pelaku bisa melakukan kejahatan berulang ulang," ujar Koordinator Bidang Data, Informasi dan Litbang LPA Jatim Isa Ansori kepada jatimnow.com, Jumat (11/2/2022).

Selain kekerasan terhadap anak, kekerasan seksual juga terjadi peningkatan di tahun 2020, LPA mencatat kekerasan seksual terjadi sebanyak 66 kasus, kemudian meningkat menjadi 101 kasus di tahun 2021. Yang mayoritas terjadi pada Sekolah, Rumah, hingga jalanan.

Baca Juga: Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

"Dalam data LPA pasca-penurunan level terjadi peningkatan laporan jumlah. Kemudahan akses dan mobilitas warga yang sudah mulai berjalan mejadikan mereka bisa melakukan laporan langsung serta dampak dari mobilitas masyarakat juga rentan terjadinya kekerasan," imbuh Isa.

Isa menegaskan, penguatan keluarga dan pengasuhan terhadap anak sangat diperlukan, agar anak-anak mendapatkan pengasuhan yang baik tanpa kekerasan.

Program pemerintah mengadakan konseling pranikah menjadi sebuah kewajiban agar pengasuhan terhadap anak menjadi baik dan rumah menjadi tempat yang aman bagi tumbuh kembang anak.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Selain itu, pihaknya juga mendorong sekolah agar menjadi lingkungan yang ramah terhadap anak, sehingga sekolah bisa menjadi rumah kedua anak untuk tumbuh kembang dengan baik.

Program penguatan guru dalam pembelajaran yang memahami keragaman dan kebutuhan anak perlu digalakkan oleh pemerintah melalui Dinas Pendidikan jatim maupun kabupaten dan kota.

"Hal lain yang patut diperhatikan adalah lingkungan antara rumah dan sekolah, Pemerintah diharapkan melalui aparaturnya, seperti kepolisian, Satpol PP ataupun Linmas, bisa ditempatkan didaerah daerah yang sering menjadi lalu lintas anak, sehingga dapat mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak," jelasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.

Satresnarkoba Polres Gresik Ringkus 5 Pengedar Sabu dan Pil Koplo

Para tersangka biasa menjalankan operasinya di sekitaran Gresik dan Lamongan.