Senin, 15 Jun 2026 15:08 WIB

Perobohan Rumah Gegara Orang Ketiga Dilakukan Usai Mediasi Gagal

Perobohan rumah gegara orang ketiga (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Perobohan rumah gegara orang ketiga (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Pemerintah Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo mengaku telah berusaha memediasi konflik antara Purwanto (35) dan Sudarmi (40). Namun perobohan rumah tetap dilakukan.

"Sudah kami mediasi dan duduk bersama. Tapi tetap maunya dibongkar," ujar Kepala Desa Kedungbanteng, Sunaryo, Kamis (3/2/2022).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Sunaryo menyebut, selain diikuti Purwanto dan Sudarmi, mediasi juga disaksikan bhabinkamtibmas dan babinsa desa setempat.

Baca juga:  Rumah Dirobohkan dengan Excavator Gegara Orang Ketiga

Menurutnya, setelah putusan Pengadilan Agama turun, mereka sepakat membongkar rumah. Namun eksekusi rumah dengan menggunakan alat berat baru dilakukan hari ini.

"Informasi awal memang ada orang ketiga dari pihak laki-laki. Sehingga si perempuan kesal kemudian merobohkan rumah yang dibangun pada 2017 itu," jelasnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sementara dari hasil mediasi, lanjut Sunaryo, menurut kedua belah pihak, rumah tersebut dibangun di atas tanah milik orangtua Purwanto. Namun dibangun menggunakan uang keduanya.

Rumah yang diperkirakan senilai Rp 300 juta itu dirobohkan dengan excavator sekitar pukul 07.30 WIB. Rumah tersebut merupakan milik Purwanto dan Sudarmi, yang bercerai beberapa waktu lalu.

Excavator itu didatangkan oleh Sudarmi. Dia mengaku sengaja menghancurkan rumah yang telah dibangun bersama mantan suaminya tersebut karena ada orang ketiga.

Baca Juga: Pemkab Probolinggo Nonaktifkan Oknum ASN Puskesmas Krejengan Diduga Selingkuh

Dia tidak mempertimbangkan apapun. Alasannya karena harta tidak dibawa mati. Dia pun dengan sukarela menghancurkan rumahnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.