Selasa, 16 Jun 2026 16:10 WIB

Puluhan PKL di Kota Probolinggo Terancam Kehilangan Lapak

Irawati, PKL di kawasan TWSL Kota Probolinggo saat menunjukkan surat teguran dari DKUPP. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)
Irawati, PKL di kawasan TWSL Kota Probolinggo saat menunjukkan surat teguran dari DKUPP. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)

Probolinggo - Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) Kota Probolinggo, resah usai menerima surat teguran 1 dari Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindutrian dan Perdagangan (DKUPP). Surat itu terkait permintaan agar segera menyerahkan kunci lapak.

"Saya kemarin kaget setelah petugas menyerahkan surat ini untuk menyerahkan kunci bedak ini," kata Suto (63) salah satu pedagang kopi di stand PKL TWSL, Kamis (3/2/2022).

Baca Juga: Panaskan Mesin Politik, Lima PAC PDIP Kota Probolinggo Resmi Dilantik

Suto mengaku dirinya berdagang sejak 13 tahun lalu di TWSL. Sejak itu, ia membayar uang restribusi kepada pemerintah, hanya tahun ini dirinya terlambat membayar.

"Kok bisa tiba-tiba kunci pedagang yang ada di bedak ini semuanya untuk diserahkan, ini maksudnya apa?" keluhnya.

PKL yang berjualan berjumlah 20 orang. Suto mengaku tak akan menyerahkan kuncinya kepada DKUPP karena kewajiban untuk membayar restribusi sudah dilakukannya.

"Saya mau pindah kemana lagi, kalau kuncinya mau diambil," tegasnya.

Baca Juga: Antisipasi Perundungan, SMPN 5 Probolinggo Perketat Pengawasan Lewat CCTV

Irawati (45) pedagang lainya, juga mengaku keberatan jika harus menyerahkan kunci lapak karena dirinya sudah lama berjualan di TWSL.

"Pak wali tolong jangan dipindah. Kami rakyat sudah lama di sini," ujarnya sedih sembari menangis.

Sementara Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional (LPKN) Kota Probolinggo, Lois Hariona mengaku prihatin. Ia menilai langkah yang diambil DKUPP dengan meminta PKL menyerahkan kunci lapak, kurang tepat. Sebab, sebelumnya tidak ada sosialisasi kepada PKL TWSL.

Baca Juga: Dihujani 12 Catatan Kritis, Begini Jawaban Pemkot Probolinggo Soal Raperda PKL

"Tiba tiba ada surat teguran untuk menyerahkan kunci bedaknya kepada DKUPP," jelasnya.

Menyikapi hal ini, pihaknya akan melanjutkan persoalan ini kepada Komisi II DPRD Kota Probolinggo untuk menggelar hearing.

"Nanti kita akan melayangkan surat kepada dewan untuk membahas masalah ini," tegasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.