Kamis, 18 Jun 2026 10:43 WIB

Antisipasi Omicron, Ini Skema Khusus bagi Pengunjung Taman Kota di Surabaya

Taman Bungkul. (Foto: Dok jatimnow.com)
Taman Bungkul. (Foto: Dok jatimnow.com)

Surabaya - Pemkot Surabaya kembali memberlakukan skema khusus di sejumlah taman kota Surabaya. Tujuannya untuk mengurangi pengunjung yang singgah ke taman di tengah bayangan Covid-19 varian Omicron.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Hebi Agus Djuniantoro menjelaskan pihaknya telah membuat jadwal pembukaan taman secara tertentu, aturan itu akan dimulai per hari ini.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Hari Senin-Jumat taman hanya buka mulai pukul 06.00- 11.00 WIB dan 14.00-17.00 WIB. Namun pembukaan ini hanya diperuntukan pada aktivitas edukasi. Sementara Sabtu-Minggu taman akan ditutup secara permanen.

"Sementara Sabtu dan Minggu kita tutup dulu. Kalau untuk keperluan edukasi tetap kita buka, karena kan tatap muka masih berlangsung dan ada beberapa anak SD dan SMP yang membutuhkan pembelajaran di lapangan. Kalau untuk fungsi rekreasi kita tahan dulu," ujar Hebi, Minggu (30/1/2022).

Taman-taman itu diantaranya, Taman Flora, Taman Sejarah, Taman Cahaya, Taman Harmoni, Taman Pelangi, Kebun Bibit, Taman Prestasi dan Taman Ekspresi.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Selain itu, sementara waktu Pemkot juga akan meniadakan aktifitas Car Free Day diantaranya pada ruas jalan Kertajaya dan jalan Kembang Jepun Surabaya.

"Sebenarnya, output dari CFD itu untuk mengurangi polusi udara. Tapi yang terjadi ketika CFD masyarakat kumpul-kumpul, maka kami menunda dulu CFD-nya, sampai dengan waktu yang ditentukan dan Omicron mereda," imbuhnya.

Bagi warga yang ingin tempat olahraga, Pemkot tetap menyediakan sarana di Stadion Gelora Pancasila.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Hebi juga berjanji saat Omicron menurun pihaknya akan kembali membuka taman untuk umum. Ia juga bertekad dengan penutupan taman-taman ini tak sampai mengganggu aktivitas ekonomi warga disekitar taman tersebut.

"Kalau Omicron perkembangannya tidak terlalu signifikan, nanti kita buka lagi. Yang paling penting, jangan sampai mengganggu pertumbuhan ekonomi, kalau ingin olah raga masyarakat bisa memanfaatkan Gelora Pancasila," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.