Jumat, 12 Jun 2026 17:46 WIB

Ketika Anwar Sadad Diskusi UU Pesantren Bareng BEM Insud Lamongan

Anawar Sadad berdisusi bareng mahasisw Lamongan. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Anawar Sadad berdisusi bareng mahasisw Lamongan. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Lamongan - Anwar Sadad semakin sering menyapa dan menghadiri diskusi dengan mahasiswa. Setelah pekan lalu bertemu dan berdiskusi dengan mahasiswa di Bangkalan, kemarin Wakil Ketua DPRD Jatim itu nampak berada di tengah-tengah mahasiswa di Lamongan.

Kini, Gus Sadad, sapaan akrabnya, menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Transformasi UU Pesantren bagi Mahasantri dan Pesantren yang dihelat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Pesantren Sunan Drajat (Insud), Lamongan.

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

"Saya selalu asik berada di tengah-tengah anak muda. Cara mereka berargumentasi penuh antusias membuat optimis masa depan Indonesia lebih baik," ujar Sadad dalam akun twitternya @ansadad seperti dilihat jatimnow.com, Minggu (30/1/2022).

Menurutnya, pemberlakuan UU Pesantren bukan semata bentuk pengakuan negara pada pesantren. Lebih dari itu, pengakuan terhadap tradisi keilmuan pesantren sebagai penyokong utama berdirinya republik Indonesia. "Saya akui negara belum pernah seperhatian ini terhadap pesantren," katanya.

Ketua DPD Gerindra Jatim itu juga menyebut, sebelumnya pihaknya juga sangat consern dengan UU Pesantren. Konsentrasi aturan terhadap pesantren juga sempat ia rintis dalam bentuk Raperda pesantren bersama Fraksi Gerindra di DPRD Jatim.

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

Dalam pemantapan itu, pihaknya sempat berdiskusi dengan PWNU Jatim. Alhasil saat memasuki babak akhir malah melahirkan optimisme dan pesimisme.

"Pesimis karena UU ini lahir di tengah ketegangan mereka yang menyebut pengusung 'kebhinekaan' melawan kelompok yang disebut 'radikalisme' islam," jelas pria yang masuk bursa Cagub Jatim itu.

Baca Juga: Pengurus FKMB UINSA Resmi Dilantik

Namun yang jelas, ia menyebut jika kualitas produk pesantren dan madrasah memiliki kualitas kelimuan yang tinggi. Ia contohkan seperti guru senior pesantren yang terbiasa mengajar kitab setara dengan jenjang pendidikan di perguruan tinggi (S2) bahkan bisa lebih.

"Secara kualitas, guru senior pesantren yang mahir mengajar kitab Mu'in dan Wahbab, setara dengan lulusan al-marhalah al-tsaniyah pada Ma'had Ali, setara lulusan S2, mungkin bahkan lebih tinggi. Gak mungkin beliau-beliau ikut sertifikasi kan," tandas dia

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.