Kamis, 18 Jun 2026 23:07 WIB

Kecam Edy Mulyadi, HIPMI Jatim Dukung Pemindahan Ibu Kota

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Senin, 24 Jan 2022 19:12 WIB
Ketua Umum HIPMI Jatim, Rois S Maming. (Foto: dok HIPMI/jatimnow.com)
Ketua Umum HIPMI Jatim, Rois S Maming. (Foto: dok HIPMI/jatimnow.com)

Surabaya - Viralnya pernyataan Edy Mulyadi yang merendahkan masyarakat Kalimantan terkait rencana pemindahan ibu kota negara terus mendapat sorotan. Di antaranya dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim.

"Kami mengecam keras pernyataan intoleran dari Edy Mulyadi dan kawan-kawan, yang bahkan ada yang menyebut kata binatang dan kata tak elok lainnya untuk Kalimantan. Ini memecah belah bangsa," ujar Ketua Umum HIPMI Jatim, Rois S Maming dalam keterangan tertulis yang diterima jatimnow.com, Senin (24/1/2022).

Baca Juga: Dimanakah Ibukota Indonesia yang Sebenarnya?

Rois mengatakan, Indonesia sejak awal adalah rumah bagi seluruh warga tanpa terkecuali, terbentang dari Sabang hingga Merauke. Tidak boleh ada warga yang merasa lebih sempurna dibanding warga lainnya.

"Kita semua disatukan oleh Indonesia. Tidak boleh orang Jawa merasa berhak merendahkan orang luar Jawa. Demikian pula sebaliknya. Awas ini bahaya, lho. Pernyataan yang menghina akan memicu konflik sosial. Dan konflik sosial akan berdampak luas ke perekonomian rakyat, akan menghambat pemulihan ekonomi," tegasnya.

HIPMI Jatim, lanjut Rois, mendesak pihak berwajib untuk menindaklanjuti pernyataan Edy Mulyadi dari sisi hukum.

"Proses hukum harus berjalan untuk memberi efek jera agar tak ada lagi orang bebas menghina suku, agama, atau latar belakang orang lainnya," tambahnya.

Baca Juga: HIPMI Jatim Lantik Pengurus Womenpreneur, Khofifah Ajak Perkuat Sinergi Ekonomi

Seperti ramai diberitakan, nama Edy Mulyadi menjadi buah bibir setelah videonya viral di media sosial. Edy mengkritisi langkah Presiden Joko Widodo memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) ke wilayah Kalimantan Timur. Namun, kritik itu disampaikan dengan pernyataan yang dinilai menghina warga Kalimantan.

"Mengkritik boleh saja, apalagi di alam demokrasi saat ini. Namun kritik tidak boleh merendahkan orang lain, tidak boleh menghina warga lain," papar Rois.

Terkait rencana pemindahan ibu kota negara (IKN), Rois mengatakan, hal tersebut sebagai langkah yang tepat. Rois memaparkan tiga alasan. Pertama, dari aspek pemerataan ekonomi.

Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Tanam Simbol Peradaban Baru di IKN

"Kue ekonomi tidak lagi akan berpusat di Jawa, khususnya Jakarta, tapi menyebar ke luar Jawa. Inilah wujud Indonesia sentris, bukan lagi Jawa sentris," tuturnya.

Kedua, untuk mengurangi beban Jakarta dan sebagainya yang kini menjadi pusat bisnis sekaligus pemerintahan. Ketiga, mendorong pertumbuhan ekonomi untuk pembukaan lapangan kerja.

"Pemindahan ibu kota negara bisa menjadi pendorong atau momentum pemulihan ekonomi dalam rangka menumbuhkan investasi baru yang bisa membuka banyak lapangan kerja," tandas Rois.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.