Senin, 22 Jun 2026 01:44 WIB

Pedagang di Kota Batu Keluhkan Penyeragaman Harga Minyak Goreng

Pedagang minyak goreng di Kota Batu keluhkan penyeragaman harga. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Pedagang minyak goreng di Kota Batu keluhkan penyeragaman harga. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Batu - Pedagang di pasar tradisional limbung setelah adanya kebijakan penyeragaman harga minyak goreng Rp14 ribu di Indonesia. Terlebih, aturan tersebut diberlakukan hingga enam bulan mendatang.

Sri murniyati, pedagang toko grosir di jalan Dewi Sartika, Kota Batu mengaku kebingungan karena stok minyak goreng miliknya menumpuk.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Saya baru tahu di medsos kalau harganya Rp14 ribu. Ya bagus sih, kalau naik terus saya diprotes pembeli. Bingung, masa saya jual murah, nanti saya malah merugi. Harga pengambilan saya sudah lebih dari itu," ujar Sri, Senin (24/1/2022).

Apalagi beberapa waktu lalu sebanyak 230 karton minyak goreng datang ke tokonya. Per kartonnya berisi 12 botol kemasan 1 liter dengan harga per karton minyak goreng masih Rp224 ribu. Artinya, Sri bisa menjual dengan harga sekitar Rp18 ribu.

Sejak September 2021 hingga awal Januari, tambah Sri, ada kenaikan Rp44 ribu per karton atau ada kenaikan hingga Rp 3.600 per liter.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Per kantornya saya cuma ambil keuntungan Rp800, beda kalau eceran bisa Rp1.500 sampai Rp2.000. Akibatnya minat masyarakat menurun ketika harga minyak naik. Pendapatannya pun menipis karena memperkecil nilai keuntungan. Dulu dapatnya di atas Rp14 ribu, masa jualnya juga segitu," jelasnya.

Sementara itu, Supervisor Indomaret Batu, Warsito Adi mengatakan, dengan adanya penyeragaman harga pihaknya merasakan kerugian. Meski demikian Adi memaklumi karena semua demi kepentingan masyarakat.

"Kalau stok di tempat kami memang selalu habis diborong oleh pembeli. Kemarin saja dari 8 karton kemasan 2 liter langsung terjual. Padahal sudah kita batasi tiap pembeli maksimal 2 liter," paparnya.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Tujuan pembatasan yaitu mengantisipasi aksi borong (panic buying) oleh masyarakat lalu dijual kembali.

"Intinya, begitu ada pemberitahuan resmi, langsung kami ganti harganya. Ini kan program dari pusat, ya kami support-lah. Biar masyarakat dapat harga terjangkau," tutupnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.