Kamis, 18 Jun 2026 01:18 WIB

Pelajar Probolinggo Dijambret saat Jemur Baju Bareng Ibu, Kalung Emas Amblas

Sofiatun ibu korban tengah menunjukkan lokasi anaknya saat dijambret kalung emasnya. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)
Sofiatun ibu korban tengah menunjukkan lokasi anaknya saat dijambret kalung emasnya. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)

Probolinggo - Rina Primadani (16) warga Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo menjadi korban aksi penjambretan. Pelajar SMK di kota setempat, itu harus kehilangan perhiasan berupa kalung emas.

Sofiantun (49) ibu korban mengaku, kalau anaknya menjadi korban penjambretan, sehingga kalung emasnya hilang.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

"Saat itu saya bersama anak tengah menjemur pakaian di depan rumah pada Minggu (23/1) sekitar pukul 08.00 WIB. Tiba-tiba ada dua seorang lelaki mendekati rumahnya dan satu orang turun dan menarik kalung anak saya dari arah belakang," jelasnya.

Di saat hal itu terjadi, Sofiatun langsung kaget dan teriak maling. Namun pelaku langsung kabur dengan menaiki sepeda motor bersama temannya. "Saat diteriaki maling, pelaku langsung tancap gas ke arah Jalan KH Ahmad Dahlan," tegasnya, Senin (24/1/2022).

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

Kalung perhiasan emas milik korban yang dijambret seberat 4,950 gram atau seharga Rp2,7 juta.

"Bahkan sebelum mengambil kalung anak saya, terlihat kedua pelaku tengah membuntuti perempuan lain. Namun tidak berhasil. Namun dia tidak kabur, malah mengincar anak saya yang jadi korbannya," ungkap Sofiatun.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

Atas peristiwa kejadian penjambretan kepada anaknya, Sofiatun tidak melaporkan diri kepada pihak kepolisian. "Saya hanya laporan ke ketua RT saja usai kejadian," kata ibu pekerja garmen ini.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.