Selasa, 23 Jun 2026 09:01 WIB

Konflik Warga Antar RT di Kota Probolinggo Berujung Penutupan Jalan

Tembok yang dibangun untuk menutup jalan penghubung antar RT di Kota Probolinggo
Tembok yang dibangun untuk menutup jalan penghubung antar RT di Kota Probolinggo

Probolinggo - Diduga karena kesal sering terjadi cek cok, warga dua RT di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo nekat melakukan penutupan jalan penghubung antar RT tersebut.

Tembok itu dibangun menutup jalan RT 02 RW 6 di kelurahan setempat.

Baca Juga: Satlantas Polres Tulungagung Tilang Truk Besar yang Nekat Masuk Jalur Alternatif

"Jalur itu dulunya terhubung dengan RT 03 RW 06. Namun karena ada konflik dengan warga di RT itu terkait dengan pembuangan saluran air saat musim penghujan, akhirnya warga di sini menutupnya dengan pagar tembok pada 9 Desember 2021 lalu," ujar Anton, salah satu warga RT 02 RW 06 kelurahan setempat, Rabu (19/1/2022).

Anton mengaku, pembangunan tembok penutup jalan tersebut dipicu pembangunan polisi tidur oleh salah satu warga RT 03 RW 06.

"Sehingga air tidak mengalir lancar dan mengakibatkan genangan di daerah kami," jelas dia.

Sehingga, lanjut Anton, warga sepakat untuk membongkar sedikit polisi tidur itu agar aliran air tidak menggenang.

Tembok yang dibangun untuk menutup jalan penghubung antar RT di Kota ProbolinggoTembok yang dibangun untuk menutup jalan penghubung antar RT di Kota Probolinggo

Baca Juga: Mundur 2 Kali, Pembangunan Jembatan Gondang 1 di Tulungagung Akhirnya Dimulai

"Namun warga itu justru marah-marah dan tidak memperbolehkan polisi tidur yang dibangunnya itu dibongkar. Warga di RT kami sempat mau pasang paralon, juga tidak disetujui," ujarnya.

Dari persoalan itu, warga RT 02 RW 06 sepakat menutup jalan dengan tembok.

"Dengan situasi tersebut warga juga membangun sumur resapan untuk air hujan agar tidak terjadi genangan," tegasnya.

Sementara Handoko diwakilkan istrinya Anik, warga RT 03 RW 06 yang membangun polisi tidur mengaku, suaminya membangun polisi tidur untuk mengalau air saat hujan.

Baca Juga: Jembatan Kaliombo I Ditutup Total Selama 7 Bulan, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

"Jalan di depan rumah memang belum diaspal. Bahkan tanah untuk urukan jalan itu hasil iuran warga lainnya. Saat ini dibangun tembok, padahal itu jalan pemerintah," ujarnya.

Terpisah, Plt Camat Mayangan, Kota Probolinggo, Mohammad Abbas menyatakan bahwa pihaknya sudah turun untuk menyelesaikan konflik antar warga tersebut.

"Jalan yang ditutup dengan tembok itu harus dibongkar, karena itu jalan umum milik pemerintah. Kami masih melakukan mediasi antar kedua belah pihak atas masalah ini," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.