Senin, 22 Jun 2026 05:09 WIB

Melihat Peninggalan Sejarah Simbol Kesuburan di Dusun Ngadiro Ponorogo

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 16 Jan 2022 15:44 WIB
Batu Yoni di Dusun Ngadiro, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Batu Yoni di Dusun Ngadiro, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Sebuah artefak peninggalan zaman kerajaan kuno, terdapat di Dusun Ngadiro, Desa Pintu, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo.

Batu berbentuk kubus 1x1 meter tersebut dikenal dengan Yoni yang ipercaya sebagai lambang kesuburan mengingat bentuknya menyerupai kelamin wanita.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kepala Dusun Ngadiro Imam Basuki menjelaskan, batu Yoni sedianya tak pernah sendiri, di dekat batu itu ada pula batu Lingga.

"Dulu lengkap ada Lingga dan ada Yoni. Tapi ada yang mencuri. Makanya adanya Yoni saja. Juga ada Lingga tapi duplikatnya yang dipasang di atas Yoni," ujar Kepala Dusun Ngadiro, Imam Basuki, Minggu (16/1/2022).

Batu Lingga, tambah Imam, merupakan simbol kejantanan pria. Benda peninggalan tahun 1300 silam itu dipercaya mampu meningkatkan kesuburan bagi siapa saja yang meminum air yang berada di batu Yoni.

Air yang dimaksud, lanjut Imam, diyakini sebagai air yang berasal dari dewa.

"Karena ini bentuknya kesuburan, perempuan umat Hindu yang belum mempunyai keturunan ke sini," jelas Imam.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"(Pengunjung) memuja di sini, diyakini sebagai sperma dewa. Sejak tahun 1300 itu," tambahnya.

Batu Yoni di Desa Pintu, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo diyakini mampu menyuburkan. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com) Batu Yoni di Desa Pintu, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo diyakini mampu menyuburkan. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Pengunjung yang datang ke Dusun Ngadiro, mayoritas adalah wanita, pasangan suami istri, atau rombongan, namun kebanyakan bukanlah warga sekitar.

"Kalau buktinya (meningkatkan kesuburan) saya belum tahu ya. Karena ketika mereka pulang tidak ada yang kembali untuk cerita. Entah berhasil atau tidak," beber Imam.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Sekitar tahun 1900, warga sekitar kerap melakukan pemujaan setiap malam Jumat pon. Di mana dilakukan dzikir dan tahlil secara bersama-sama.

"Tapi sekarang sudah tidak ada. Ya cuma kalau datang ke sini orang luar kota," pungkasnya.

Saat ini pemerintah desa setempat sedang melakukan pembangunan. Harapannya, Dusun Ngadiro bisa menjadi tempat wisata sejarah bagi siapa saja yang penasaran dengan cerita batu Lingga dan Yoni.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.