Kamis, 18 Jun 2026 18:23 WIB

Ibu dan Bayi Meninggal, Suami Sebut Penanganan RSUD dr Harjono Buruk

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 26 Jun 2018 17:11 WIB
Suasana ruang tunggu RSUD dr Harjono./Foto: Mita Kusuma.
Suasana ruang tunggu RSUD dr Harjono./Foto: Mita Kusuma.

jatimnow.com - Nasib tragis dialami oleh Anggris Afdi Saputra (23) warga Desa Wotan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Sebab, ia telah kehilangan calon anak pertama dan istrinya yang bernama Devita Sri Utami.

Tragisnya, almarhum istri dan anaknya meninggal karena diduga buruknya pelayanan rumah sakit. Ia merasa saat itu sang istri tak ditangani dengan baik oleh dokter di RSUD dr Harjono Ponorogo, meski sudah dalam keadaan kritis.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Anggris menceritakan, dua hari lalu atau Minggu (24/6/2018) malam ia ke RSUD dr Harjono, Kelurahan Paju, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, karena dirujuk oleh bidan yang berada di Pulung. "Alasannya sudah tidak sanggup ditangani," katanya membuka perbincangan, Selasa(26/6/2018) siang.

Ia mengaku, saat di rumah sakit memang istrinya diberikan obat perangsang. Namun tidak ada dokter yang datang. Hanya ditangani oleh bidan. Hal itu berlangsung lama.

Sampai, Anggris melihat istrinya sudah susah bernafas. "Nafasnya terengah-engah. Saya sudah memanggil bidannya terus," katanya mengenang.

Namum, si bidan tidak kunjung menangani. Bahkan cenderung memilih tidur tidak melihat sang istri yang saat itu antara hidup dan mati.

"Katanya sih memang orang melahirkan seperti itu. Tapi yang saya salahkan kok tidak mau beranjak dari tempat duduknya. Saya lihat tidur," urainya.

Sampai, Senin (25/6/2018) dini hari baru ada dokter datang. Itu pun sepengetahuannya sang istri sudah tidak bernafas.

"Setahu saya istri sudah tidak bernafas. Baru dibawa ke ICU. Baru diberi nafas buatan. Dokter juga baru datang. Saya dalam hati mengutuk. Karena sudah meninggal baru ditangani," bebernya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Ia pun menuntut pihak rumah sakit untuk memberikan jawaban. Anggris membeberkan bahwa selama 9 bulan istrinya selalu periksa ke RSUD dr Harjono. Tidak ada keluhan apapun dan dinyatakan sehat oleh bidan.

"Memang kemarin melahirkannya sudah kelewat hari. Umurnya sudah 9 bulan lebih 8 hari," katanya.

Sementara, Wakil Direktur Rekam Medik RSUD dr Harjono, Drg Santi Pratiwi, membantah pernyataan keluarga pasien tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan tindakan sesuai prosedur.

"Setahu saya setiap ada pasien yang masuk lewat poli atau IGD selalu ditangani. Tentu sesuai dengan SOP," terang drg Santi kepada jatimnow.com di ruang kerjanya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Ia menjelaskan, menerima pasien karena memang kondisi ibu dan anak sudah kelewat bulan atau istilah medisnya posdit. Namun langsung ditangani.

"Masuk IGD jam 8 malam. Langsung ditindak. Langsung dikonsultasikan dengan dokter kandungan," tambahnya.

Bahkan, lanjut ia, sampai ada tindakan ke ICU. "Berarti terbukti ditangani. Pun saat di ICU ada dokter kandungan dan dokter anastesi," ungkapnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.