Kamis, 18 Jun 2026 18:59 WIB

Keren, Peternakan Murai Batu Milik Pelajar SMP ini Beromzet Puluhan Juta Sebulan

Muhammad Fachry Husein (15) pelajar SMPN 2 Kota Batu saat memberikan makanan burung murai batu miliknya (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Muhammad Fachry Husein (15) pelajar SMPN 2 Kota Batu saat memberikan makanan burung murai batu miliknya (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Kota Batu - Berawal dari hobi, seorang pelajar SMP di Kota Batu sukses beternak burung murai batu. Dari usahanya itu, pendapatan puluhan juta rupiah berhasil ia kantongi setiap bulannya.

Di kandang berukuran sekitar 2x3 meter itu, burung-burung murai batu jenis medan milik Muhammad Fachry Husein dikembangbiakkan. Dengan telaten, setiap hari pemuda 15 tahun itu merawat satu persatu burung murainya.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Usaha budidaya yang dia beri nama Fachry Bird Farm tersebut berawal dari kecintaan dirinya terhadap burung kicau, terutama murai batu sejak mengikuti beberapa lomba bersama orangtuanya, M. Didik Subiyanto alias Kaji Bianto sejak Tahun 2018.

Lalu dia memantapkan untuk beternak murai batu di rumahnya, di Kelurahan Ngaglik, Kecamatan/Kota Batu. Awalnya dia hanya coba-coba dengan membeli betina dan mengawinkannya dengan burung-burung jawara milik orangtuanya.

Berbekal ketelatenannya, indukan murai batu tersebut berhasil menetas, hasil yang dia dapatkan kembali dia belikan indukan-indukan lagi hingga terkumpul 8 pasang.

Pelajar SMPN 2 Kota Batu kelas 9 tersebut menjual anakan murai hasil ternakannya mulai harga Rp 4 hingga 25 juta, tergantung dari kualitas, meliputi trah indukan dan postur burungnya. Bila dirata-rata pendapatan yang dia kantongi sekitar Rp 10 hingga 15 juta tiap bulannya.

"Untuk menghasilkan anakan murai batu yang berkualitas saya sengaja memilih indukan yang sudah terbukti memiliki kicauan yang bagus atau pernah juara. Ada yang milik saya, ada juga milik orangtua," ujarnya, Jumat (7/1/2022).

Untuk membelinya terkadang pembeli harus rela inden terlebih dahulu. Dia pun mampu menjual di sekitaran Malang Raya, Jawa Timur hingga Jakarta. Baik melalui komunitas atau penghobi yang langsung datang ke rumahnya.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Ditanya kendala dalam beternak? Fachry mengaku tidak menemui hal yang berarti. Kendalanya hanya terkadang anakan yang masih berumur beberapa hari dibuang oleh induknya dari sarangnya atau ketika cuaca cukup panas menyebabkan telur rusak.

"Itu saja kendalanya, kalau lain-lain alhamdulillah tidak pernah, misal terkena penyakit. Jadi setiap induk biasanya bertelur 1-3 butir dan alhamdulillah 90 persen jadi," terangnya.

Sebab, dia sudah mendesain belakang rumahnya menjadi ruangan-ruangan agar sealami mungkin supaya burung nyaman dan tidak stres saat proses perkawinan hingga beranak.

"Begitu juga menu makanan untuk burungnya setiap hari saya cuma memberikan voer, jangkrik, ulat hongkong dan kroto. Gak sulit kok, tidak butuh treatment khusus," paparnya.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Bahkan Fachry pernah menjual murai dari ternakannya seharga Rp 70 juta kepada salah satu penghobi burung setelah mampu meraih juara I dalam sebuah event setingkat provinsi.

"Dulu pernah jual dengan harga Rp 70 juta. Jadi saya rawat selama 1 tahun, lalu saya ikutkan lomba dan menang. Bukan nominalnya tapi kepuasan setelah melalui proses panjang sejak kecil, dirawat dan juara," tegasnya.

Ketika ditanya apakah bisa membagi waktu sekolah dan beternak burung? Fachry kembali menjawab bila dirinya merawat burung-burungnya pada sore hari setelah pulang sekolah.

"Waktunya gak berbenturan kok dengan sekolah, kan tiap sore. Cuma beri makan, ganti air minum, dan bersihkan kandangnya saja," ucapnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.