Kamis, 18 Jun 2026 03:31 WIB

Momen Pilgub, Pasangan ini Bikin Undangan Pernikahan Mirip Surat Suara

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 26 Jun 2018 15:51 WIB
pasangan pengantin asal Ponorogo menunjukkan surat undangannya yang didesain menyerupai surat suara
pasangan pengantin asal Ponorogo menunjukkan surat undangannya yang didesain menyerupai surat suara

jatimnow.com - Kemeriahan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak mengisnpirasi pasangan calon pengantin asal desa Janti, Kecamatan Slahung, Ponorogo.

Calon Suami istri tersebut membuat undangan pernikahan mirip dengan surat suara pemilu.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Undangan tersebut terdiri dua lembar. Lembar pertama mirip surat suara. Berdesain gambar dua pasangan. Ada juga denah TPS (Tempat Pelaminan Selamanya). Tak ketinggalan undangan pernikahan itu dilengkapi logo Kabupaten Bekasi dan KPU, serta dibubuhi stempel.

Lembar keduanya desain koran. Di desain tersebut, ada berita dengan judul 'Nikah Wajib, Golput Haram'. Pun untuk tanggal pernikahannya juga saat pemilu, Rabu (27/6/2018) besok.

Saat jatimnow.com mendatangi rumah calon pengantin, Fauziah Arsanti, mengaku, mendapatkan ide usai membaca koran.

"Baru ngeh kalau hari pernikahan saya itu saat Pilkada. Saat saya baca koran," katanya.

Sehingga, lanjut ia, mencari-cari diinternet refrensi contoh undangan surat suara. Kemudian mendesain sendiri.

"Saya desain sendiri undangannya, sesuai dengan surat suara. Ada foto saya sama calon suami saya, juga ada desain koran yang ada beritanya," terang wanita kelahiran 1992 ini.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Ia menjelaskan, awalnya tidak mengetahui jika tanggal pernikahannya itu pemilu. Saat lamaran, pada 1 Oktober 2017 lalu, juga oleh orang tua langsung memilih tanggal 27 Juni 2018.

"Ya gak kepikiran juga. Seperti saya bicarakan tadi. Saya tahu baru beberapa bulan sebelum hari H," terangnya.

Sementara calon pengantin laki-laki, Aris Nurhuda, mengaku tidak untuk memajukan maupun memundurkan hari pernikahannya. Apalagi sudah ada kesepakatan antara kedua pihak keluarga.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Kan sudah ada kesepakatan keluarga, kita juga tidak tahu ada pemilu. Ya karena hari baik dan menghargai kedua orang tua," bebernya.

Keduanya juga berniat menyalurkan hak pilihnya di TPS dengan mengenakan baju pengantin.

"Saya tetap nyoblos. Memakai pakaian pengantin juga," pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.