Rabu, 17 Jun 2026 23:02 WIB

Demi Bertahan Hidup, Latipa 28 Tahun Jadi Kuli Panggul di Pasar Pabean

  • Penulis :
  • | Selasa, 04 Jan 2022 08:50 WIB
Latipa (paling kanan), bersama kawannya sedang menunggu barang untuk dipanggul. (Foto: Shella Shofiyannajah/jatimnow.com
Latipa (paling kanan), bersama kawannya sedang menunggu barang untuk dipanggul. (Foto: Shella Shofiyannajah/jatimnow.com

Surabaya - Sudah 20 tahun Latipa (48) menjadi kuli panggul di Pasar Pabean, Gang Ketapang VI, Surabaya. Latipa sudah menjadi kuli panggul sejak berusia 20 tahunan.

"Mulai kecil saya jadi kuli panggul, dari umur 20 sampai 40an sekarang," kata Tipa, panggilan akrab Latipa saat ditemui jatimnow.com, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Warga asal dari Madura kini merantau dan tinggal di Bulak Banteng. Upah yang dihasilkan dalam sekali angkut sekitar Rp2 ribu sampai Rp4 ribu.

Ia membawa beberapa rempah-rempah. "Ya sembarang, ada bawang, kemiri, rempah-rempah. Adanya apa ya diangkut," ujarnya.

Beban yang dibawa oleh Tipa biasanya 50 kilogram sekali panggul. "Beratnya ya 50-60 Kg, kalau 70 Kg sekarang ibu ndak kuat, dulu masih bisa," paparnya.

Ia juga mengaku bahwa penghasilan yang didapatkan selama sehari tidak bisa mencukupi kebutuhannya. "Kalau 3 ribu dikali 4 panggul, ya 12 ribu. Ndak cukup untuk sehari, naik lyn 10 ribu bolak-balik. Ya bagaimana lagi, keaadaannya begini," keluhnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Adanya pandemi semakin mempengaruhi pekerjaan Tipa. "Musim Corona orang jualan nggak laku, ya nggak kulakan," jelasnya.

Mulai pukul 07.00 WIB, Tipa sudah menjalankan pekerjaannya di Pasar Pabean. "Kalau ada muatan kita (kuli panggul) langsung lari," ceritanya.

Meskipun usianya sudah menua dan merasakan sakit di badannya, Tipa tetap bekerja karena tidak punya pekerjaan lain.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Sakit semua badannya. Ini (lututnya) sakit. Meskipun sakit tetap kerja. Ya apa lagi, nanti makan apa. Kalau sakit nanti yang beli obat kan tambah ndak punya," tutupnya.

Reporter: Shella Shofiyannajah

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.