Kamis, 18 Jun 2026 04:27 WIB

Kunci Indonesia untuk Kandaskan Thailand: Kecepatan, Kelincahan, Skill Individu

Pesepak bola Timnas Indonesia Ezra Walian (kiri) melakukan selebrasi dengan rekan-rekannya usai menjebol gawang Timnas Singapura dalam pertandingan Semi Final Leg 2 Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Sabtu (25/12/2021) - (Foto: ANTARA/Humas PS
Pesepak bola Timnas Indonesia Ezra Walian (kiri) melakukan selebrasi dengan rekan-rekannya usai menjebol gawang Timnas Singapura dalam pertandingan Semi Final Leg 2 Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Sabtu (25/12/2021) - (Foto: ANTARA/Humas PS

jatimnow.com - Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand di final Piala AFF 2020. Partai puncak turnamen ini digelar dalam dua leg.

Pengamat sepak bola Indonesia, Mohamad Kusnaeni menilai, pada leg pertama yang akan digelar pada Rabu (29/12/2021), tim asuhan Shin Tae-yong harus bisa menjaga peluang Indonesia untuk juara.

Baca Juga: Valentina Imelda, Motor Serangan Tim Bola Putra Kancil Mas di Dandim Cup Kediri U12

Kus mengatakan, Shin harus bisa menyiapkan strategi yang tepat agar penggawa Timnas Indonesia tidak mudah terpancing oleh tempo permainan Thailand.

"Kita harus bisa memaksimalkan kecepatan pemain yang menjadi kunci kekuatan kita. Kekuatan, kecepatan, kelincahan, skill individu satu lawan satu itu kelebihan kita," kata Kusnaeni saat dihubungi, Selasa (28/12/2021).

Menurutnya, Asnawi Mangkualam dkk harus bisa mengeksploitasi pertahanan Thailand dengan kecepatan yang dimiliki oleh para pemain Timnas Indonesia. Dia menilai pertahanan Thailand sedikit lambat.

Jadi, kata dia, itu seharusnya bisa dieksploitasi oleh Indonesia dan di saat bersamaan jangan sampai melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu.

Pria yang akrab disapa Bung Kus ini menilai keunggulan Thailand adalah materi pemain yang sudah matang. Kematangan usia dari mayoritas skuad Thailand ini yang kemudian membuat mereka bisa mengalahkan Vietnam di semifinal.

Kus juga melihat Thailand bisa bermain tanpa beban di dua pertandingan sebelumnya.

Baca Juga: BRI Youth Champions League 2026 Cetak Talenta Muda

"Bagi banyak tim lain permainan Vietnam ini merepotkan. Mereka main cepat dan punya skill individu yang bagus, bisa menang satu lawan satu dan agresif. Tapi Thailand bisa menghadapi Vietnam dengan tenang, dan malah memancing Vietnam bermain emosional," kata Kus.

Sementara itu, mayoritas pemain Indonesia adalah pemain muda yang belum banyak pengalaman seperti pemain Thailand. Faktor kurang matangnya skuad Garuda ini terlihat di leg kedua semifinal ketika Indonesia tidak bisa memaksimalkan keuntungan melawan sembilan pemain Singapura.

"Ya itu karena faktor kematangan dan pengalaman yang belum kita miliki dan itu normal, karena pemain kita banyak yang baru main satu-dua musim di kompetisi senior, jadi saya gak kaget kalau kita kesulitan lawan Singapura," tandasnya.

 

Baca Juga: Takluk di Laga Final FIFA Series, Pelatih Timnas Indonesia Ungkap Kelemahan Tim

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.