Rabu, 17 Jun 2026 23:33 WIB

Mampir di Kafe Nyantol Probolinggo, Menikmati Kuliner Olahan Emak-emak Desa

Suasana Kafe Nyantol di wilayah Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)
Suasana Kafe Nyantol di wilayah Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)

Probolinggo - Saat melintas di jembatan layang tol di Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, anda akan melihat sebuah tempat nongkrong yang asik. Itulah tempat nongkrong yang bernama Kafe Nyantol.

Nyantol adalah singkatan dari nyantai pinggir tol. Kafe ini menyajikan masakan atau kuliner khas olahan emak-emak di desa setempat.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

"Kami sajikan menu masakan dan minuman khas pedesaan. Mulai dari pecel, rawon, soto dan aneka minuman," kata Arief Hidayat pengawas Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Clarak, Senin (27/12/2021).

Kafe Nyantol merupakan salah satu unit usaha yang dikembangkan dan dikelola desa. "Kita nanti mulai dari sini untuk bisa mendesain menjadi desa wisata," terang Arief.

Ia mengaku, menu masakan yang disajikan, merupakan menu makanan pedesaan yang dikelola oleh emak-emak di desa ini. "Kita menyajikan menu ala pedesaan, dengan cita rasa yang tidak kalah menarik dengan menu makanan di kafe-kafe lain," ujarnya.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

Arief mengakui kalau jembatan layang tol di Desa Clarak, dikenal ramai menjadi jujukan warga untuk tempat nongkrong. Warga bisa melihat lalu lalang kendaraan dari ketinggian jembatan. Lokasi ini juga menjadi spot selfie bagi masyarakat karena keindahan alam sekitaranya.

"Kafe ini kita buka mulai siang hingga malam hari. Bahkan warga yang datang ke jembatan layang tol di sini bukan hanya warga desa. Namun warga luar desa ini juga ramai berkunjung," tegasnya.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

Mengenai harga menu makanan dan minuman di kafe ini dinilai sangat murah dan terjangkau bagi semua kalangan. Harga makanan mulai dari Rp12 ribu hingga Rp20 ribu.

"Secara bertahap kita nanti juga akan mengelola potensi di desa ini. Sehingga desa ini maju dan ekonomi masyarakat terus meninggkat," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.