Minggu, 14 Jun 2026 06:10 WIB

Pohon Tumbang Timpa Mobil Akibat Hujan Angin di Kota Malang

Mobil tertimpa pohon tumbang akibat hujan angin di Kota Malang (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Mobil tertimpa pohon tumbang akibat hujan angin di Kota Malang (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Malang - Hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kota Malang sekitar pukul 13.00 WIB, Kamis (23/12/2021). Beberapa pohon dilaporkan tumbang menimpa kendaraan.

Sementara puting beliung dilaporkan terjadi di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Akibatnya, beberapa atap rumah warga porak-poranda.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Seperti disampaikan Gugun Daud, salah satu korban yang mobilnya tertimpa pohon di Kecamatan Klojen. Saat itu dirinya sedang istirahat untuk makan siang, tiba-tiba hujan turun disertai angin.

"Saat itulah tiba-tiba pohon tumbang dan menimpa mobil Avansa milik saya hingga bagian atasnya rusak parah," ungkap Gugun.

Sementara pengendara motor bernama Rafli Firmansyah yang hendak menuju Kota Batu dari Kota Malang menyebut bahwa dirinya memutuskan untuk berhenti saat hujan, lantaran angin cukup kencang.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Lebih baik berhenti dan berteduh dulu, biar aman, bahaya. Ini tadi tidak gerimis, hujan langsung turun cukup deras. Bahkan ada yang berbentuk batu es," bebernya.

Kepala Stasiun BMKG Malang, Anung Suprayitno menjelaskan bila cuaca ekstrem berupa hujan lebat bercampur es, badai guntur dan puting beliung yang terjadi disebabkan adanya awan cumulonimbus (CB) yang terbentuk akibat pemanasan terik pada siang hari.

"Awan CB pada tahap matang mengalami pendinginan (kondensasi) ekstrem sehingga berpotensi turun masih dalam bentuk partikel es. Hujan es hanya berasal dari awan CB, tetapi tidak setiap awan CB menimbulkan hujan es atau hail," papar dia.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Menurutnya, fenomena hujan es bersifat sangat lokal, kisaran 5 hingga 10 kilometer, dalam waktu yang singkat serta memiliki kemungkinan kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama.

"Terjadinya cuaca ekstrem adalah hal yang lumrah pada masa pergantian musim hingga musim hujan. Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap fenomena cuaca ekstrem beserta potensi dampak yang ditimbulkan, terutama di area yang rawan bencana hidrometeorologi," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.