Senin, 15 Jun 2026 02:54 WIB

PPBN Berharap Presiden Bijaksana Soal Impor Bawang Putih

  • Penulis :
  • | Senin, 20 Des 2021 21:18 WIB
Ilustrasi bawang putih (Foto: Dok. jatimnow.com)
Ilustrasi bawang putih (Foto: Dok. jatimnow.com)

Jakarta - Pertemuan Presiden Jokowi dengan para petani bawang di Desa Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menyisakan pekerjaan rumah bagi Menteri Perdagangan.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 14 Desember 2021 itu, Jokowi menerima keluhan para petani yang enggan menanam bawang putih karena harganya turun, disebabkan masuknya impor bawang putih pada saat panen.

Baca Juga: Pemprov Jatim Raih IPSKA Award 2025, Khofifah: Tren Positif yang Harus Dijaga

Seketika itu, Jokowi langsung menelepon Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. Mendapat telepon itu, Mendag merespon keluhan petani itu dan akan mengirimkan tim untuk mengecek.

Terkait aduan petani di Temanggung ke Jokowi itu, Perwakilan Perkumpulan Pengusaha Bawang Nusantara (PPBN) Mulyadi angkat bicara. Katanya, PPBN mendukung program swasembada pangan. Namun khusus bawang putih belum bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Karena Program swasembada bawang putih mulai Tahun 2017 hingga 2021 itu adalah program swasembada bibit. Sehingga seluruh hasil panen dari petani itu, dialokasikan untuk bibit bawang putih. Namun program dari Kementerian Pertanian itu gagal. Sehingga mau tidak mau harus impor," terang Mulyadi tertulis, Senin (21/12/2021).

Mulyadi menyebut, impor bawang putih memang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang mencapai 509.621 ton per tahun.

Menurut dia, penyebab meningkatnya impor, pertama karena daerah yang dapat menjadi sentra produksi bawang putih hanya di Temanggung, Cianjur, Lombok timur, Magelang, Karanganyar. Sedangkan daerah lain hanya potensi. Lalu ketersedian lahan saat ini 14 ribu dari total kebutuhan lahan 70 ribu hektar.

Kedua, wajib tanam bawang putih 5�ri jumlah kouta impor yang diperoleh pelaku usaha, walaupun wajib tanam ini gagal. Ketiga, masuknya rekomendasi impor bibit Great Black Leaf (GBL) dari Taiwan yang volumenya sekitar 1.685 ton.

Baca Juga: Jaya Sejati Logistik, Solusi Ekspedisi Surabaya Terintegrasi untuk Bisnis Global

"Kami mengapresiasi respon Presiden yang begitu cepat. Tapi kami kawatir Presiden belum mendapatkan informasi yang lengkap tentang problem hortikuktura ini. Sehingga kami berharap Presiden lebih bijaksana dalam merespon keluhan petani, serta mendengar masukan dari para pelaku usaha," ungkapnya.

Mulyadi menambahkan, harga bawang putih dalam negeri lebih mahal dibanding bawang putih impor. Bawang putih dalam negeri, selain kecil, harganya kisaran Rp 35 sampai 60 ribu per kilogram. Sedangkan (bawang putih) impor hanya Rp 18 ribu, paling mahal Rp 20 ribu. Bahkan saat ini Rp 17,5 ribu.

"Biaya wajib taman bawang putih mencapai Rp 70-100 juta dan produktivitasnya harus menghasilkan 6 ton per hektar," bebernya.

Sedangkan, lanjut Mulyadi, biaya wajib tanam dan biaya lainnya dibebankan kepada konsumen. Otomatis harga bawang putih lokal lebih mahal.

Baca Juga: Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Kebijakan Impor Prabowo, tapi Ini Syaratnya

Sehingga menurutnya, peristiwa di Temanggung itu menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah yang tidak kunjung selesai sejak diberlakukan sistem kuota. Di mana pemerintah ingin memenuhi harapan petani, tapi di sisi lain konsumen dan masyarakat akan dirugikan, karena membeli bawang putih dalam negeri dengan harga mahal.

"Akibat peristiwa Temanggung, harga bawang putih sudah mulai naik, kasihan konsumen sekarang kena imbasnya," sambung dia.

Sementara untuk bawang merah, Mulyadi menyebut bahwa sejak Tahun 2016, pelaku usaha memang sudah tidak melakukan impor.

"Karena pemerintah sudah menerapkan pembatasan untuk impor bawang merah," tandasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.