Kamis, 18 Jun 2026 04:24 WIB

Pemkot Mojokerto Bantu Sarpras Bagi Alumni Inkubasi Wirausaha Senilai 6 Miliar

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Kepala Diskopukmperindag saat berikan bantuan. (Foto: dok Pemkot Mojokerto/jatimnow.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Kepala Diskopukmperindag saat berikan bantuan. (Foto: dok Pemkot Mojokerto/jatimnow.com)

Mojokerto - Dana Rp 6 miliar disalurkan ke kelompok usaha inkubasi dan didistribusikan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto dalam bentuk sarana prasarana peralatan serta bahan produksi kelompok usaha.

Bantuan yang bersumber dari dana kelurahan tahun anggaran 2021 ini distribusikan untuk 202 kelompok usaha bersama (kube) inkubasi yang terdiri dari 1890 orang anggota. Tak hanya itu, bantuan sarpras personal untuk 200 orang peserta inkubasi sulam pita dan aksesoris.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Minta Wali Kota Mojokerto Siapkan Sekolah Rakyat

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan telah melakukan rekap kebutuhan fasilitas untuk menentukan kebutuhan yang diperlukan bagi kelompok usaha inkubasi sesuai jenis produksinya.

Di antaranya, kube keripik, sulam pita, cake, batik, aksesoris, jamu, jajanan beras, bordir, sepatu, abon lele dan unggas, bakery, frozen food, minuman kopi dan coklat, sablon printing, tas kanvas goni, produk daur ulang serta jajanan tradisional non beras.

"17 kube ini menerima bantuan sarpras peralatan, semisal kulkas pendingin, mixer jumbo, oven besar, mesin jahit, mesin seset dan jahit sepatu serta mesin bordir. Selain itu, mereka juga mendapat suplai bantuan bahan-bahan untuk proses produksi," kata Ning Ita, sapaan Ika Puspitasari, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (19/12/2021).

Tak hanya Kecamatan Magersari, lanjut Ning Ita, bantuan ini juga sudah distribusikan langsung oleh pihak kelurahan kepada ratusan kelompok usaha yang tersebar di 18 kelurahan se-Kota Mojokerto.

"Sejak hari Senin kemarin bantuan sarpras sudah dibagikan. Harapan kita bantuan tersebut bisa langsung dimanfaatkan untuk proses produksi bagi ribuan wirausaha baru Kota Mojokerto ini," bebernya.

Baca Juga: Kota Mojokerto Raih Predikat Kota Terinovatif IGA 2024

Menurut wali kota perempuan pertama ini, setelah melewati proses pelatihan dan mendapatkan bantuan sarpras peralatan, para kube inkubasi ini tetap mendapatkan pendampingan dari ahlinya selama 6 bulan.

Mereka juga didorong mendapatkan sertifikasi halal dan izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dengan melaksanakan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) kepada ratusan peserta inkubasi.

"Sertifikat PKP merupakan syarat wajib untuk mengurus PIRT, setelah ini tim dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto akan turun meninjau langsung ke lokasi usaha sebagai finalisasi proses penerbitan sertifikat PIRT," paparnya.

Selain itu, Pemkot Mojokerto juga telah mengucurkan bantuan tunai yang bersumber dari dana non APBD senilai total Rp 300 juta kepada 10 koperasi baru. Bantuan itu digunakan untuk membayar simpanan wajib dan simpanan pokok para anggotanya selama satu tahun.

Baca Juga: Konsumen Setia Mojo Shop Fiesta Diganjar Hadiah Umrah

"Dana tersebut nantinya juga akan disalurkan kembali kepada para wirausaha baru inkubasi dalam bentuk modal kerja," pungkasnya.

Terpisah, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya mengatakan, setelah dinyatakan paripurna menjadi wirausaha baru mereka tetap akan diberi pendampingan oleh tenaga pendamping selama 6 bulan.

"Tenaga pendamping ini juga akan membantu sistem manajemennya dari mulai menghitung biaya produksi dan menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) serta membantu proses marketingnya secara digital online," tandasnya.

Tak hanya itu, Diskopukmperindag juga menyiapkan coaching clinic 'Korona' dan aplikasi 'Mami Eksis' sebagai upaya pemberian pendampingan berkelanjutan kepada wirausaha baru.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.