Senin, 22 Jun 2026 05:12 WIB

Dukung KH Marzuki Mustamar Maju Caketum PBNU, 70 Kiai Deklarasi di Ponpes Metal

  • Penulis : Moch Rois
  • | Minggu, 12 Des 2021 09:51 WIB
Sebanyak 70 kiai mendeklarasikan diri mendukung KH Marzuki Mustamar untuk maju sebagai Caketum PBNU di Muktamar NU ke-34 di Provinsi Lampung. (Foto: panitia deklarasi/jatimnow.com)
Sebanyak 70 kiai mendeklarasikan diri mendukung KH Marzuki Mustamar untuk maju sebagai Caketum PBNU di Muktamar NU ke-34 di Provinsi Lampung. (Foto: panitia deklarasi/jatimnow.com)

Pasuruan - Sebanyak 70 kiai berkumpul di Pondok Pesantren Metal Moeslim Al-Hidayang, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (11/12/2021) kemarin. Mereka mendeklarasikan diri mendukung KH Marzuki Mustamar untuk maju sebagai calon Ketua Umum (Caketum) PBNU di Muktamar NU ke-34 di Provinsi Lampung.

"Benar, kemarin ada 70 kiai yang hadir dan berdeklarasi mendukung Almukarom KH Marzuki Mustamar maju sebagai Caketum PBNU pada Muktamar ke-34," jelas Pengasuh Ponpes Metal Moeslim Al-Hidayah, KH Nurkholis Almaulani, Minggu (12/12/2021).

Baca Juga: Muktamar NU ke-34 di Lampung Rampung, Ketua Panitia M Nuh Terharu

Para kiai yang mengatasnamakan Gawagis Penjaga NU (GPNU) itu pun tidak asal mendeklarasikan dukungan terhadap sosok kiai Marzuki yang saat ini menjabat Ketua PWNU Jawa Timur.

"Kita sudah survei ke beberapa cabang NU, baik di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi, Jambi, Riau, NTB, NTT bahkan juga di Lampung mereka mendukung Kiai Marzuki jadi ketua PBNU," ungkapnya.

Selain itu, sosok Kiai Marzuki juga dinilai sebagai figur kiai pemersatu di atas perbedaan paham.

"Saat ini kita butuh tokoh perekat untuk saudara kita di luar sana, karena banyak saudara kita yang asli keturunan tokoh pendiri NU tapi keluar dari organisasi NU karena perbedaan paham, nah Kiai Marzuki ini bisa diterima oleh mereka," tegasnya.

Adapun isi dari deklarasi yang digaungkan GPNU dalan pelaksanaan Muktamar ke-34 yakni; Pertama, mendukung penuh pelaksanaan muktamar ke-34 di Lampung yang damai dan sejuk tanpa ada campur tangan kekuasaan dan kepentingan politik, serta bebas dari proses negosiasi transaksional yang tidak sesuai dengan ciri khas akhlakul karimah warga NU dalam menentukan pimpinan.

Baca Juga: KH Miftahul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU

Kedua, memohon kepada rais am terpilih pada Muktamar ke-34 di Lampung untuk menimbang, menolak, membatalkan calon yang telah atau jika terbukti melakukan praktik yang tidak sesuai dengan melakukan intimidasi politik maupun transaksional, mempengaruhi konstituen baik PW maupun PC agar pemilih kepada salah satu calon yang dimaksud.

Ketiga, meminta dan menegaskan kepada Almukarom KH Marzuki Mustamar, untuk bersedia maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dan siap berkhidmat untuk kepentingan NU kedepan, jika terpilih dalam ke-34 di Lampung, demi terciptanya suasana NU yang lebih santun, bermartabat dan berbudaya akhlakul karimah.

Keempat, memanggil hati nurani kepada seluruh konstituen atau pemilih untuk menggunakan hak pilihnya dengan benar sesuai kaidah yang telah diamanatkan NU, tanpa ada unsur paksaan dari manapun yang nantinya akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT dan di hadapan para muaziz, pendiri Nahdlatul Ulama.

Kelima, dengan berlandaskan aqidah Aswaja an-nahdliyah serta ciri khas Islam nusantara, diharapkan kepada semua pihak untuk mentaati segala keputusan dari hasil Muktamar NU ke-34 di Lampung dengan hati yang ikhlas ridho dan tawaduk.

Baca Juga: Muktamar Ke-34, Ketua Muslimat NU Minta Percepatan Transformasi Bidang Dakwah

Para kiai yang berdeklarasi ini juga berharap agar Muktamar NU bisa selamat dari perbedaan paham, politik, uang dan kekuasaan.

"Kita ingin NU netral dari itu semua karena NU ini didirikan bukan untuk politik bukan untuk kekuasaan tapi untuk khidmad seluruh umat beragama, dan untuk kehidupan yang lebih baik, bukan semata-mata untuk meraih kekuasaan dan politik," tandasnya.


Ket foto : Panitia deklarasai/jatimnow.com

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.