Senin, 22 Jun 2026 10:43 WIB

Kisah Warga Kota Batu Hilang Terseret Lahar Gunung Semeru

Lahar dingin Gunung Semeru. (Foto: Ilustrasi/Fajar Mujianto)
Lahar dingin Gunung Semeru. (Foto: Ilustrasi/Fajar Mujianto)

Batu - Dua warga Kota Batu yang bekerja sebagai sopir dan kenek truk pasir menjadi korban erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021). Mereka adalah Agus Sutrisno dan Miskan alias Kantong, warga RT 3 RW 10, Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Oro-oro Ombo, Wiweko. "Benar ada dua warga kami yang menjadi korban. Satu sudah ditemukan yaitu Miskan (adik) dan satunya belum ditemukan atas nama Agus (kakak). Dugaan kuat terseret arus lahar dingin karena waktu erupsi mereka sedang mencari pasir di sana," jelasnya, Senin (6/5/2021).

Baca Juga: Semeru 'Awas'! Jika Hujan, Warga Wajib Jauhi Sungai Sejauh 8 KM

Untuk Miskan sekarang sedang menjalani perawatan intensif di UPT Puskesmas Candi Puro, Kabupaten Lumajang karena mengalami luka bakar di dada dan kakinya. Pihaknya pun berencana akan langsung ke sana untuk mengecek keadaannya.

Baca Juga: Usai Gemuruh, Gunung Semeru Keluarkan Lahar Dingin

"Kami tunggu sampai besok, secepatnya kita ke sana untuk melihat langsung keadaan mereka dan menggali informasi lebih dalam keberadaan warga kami yang hilang," tegasnya.

Sementara itu, putri Agus, Lia Alfi mengatakan jika pihak keluarga mengetahui kabar tersebut dari telepon Miskan.

Baca Juga: Semeru Awas! Pendakian Ditutup, Jalur Malang-Lumajang Dialihkan

"Jadi adiknya bapak (Miskan) telepon ke ibu sekitar jam 4 sore memberi kabar kalau bapak terseret arus lahar ketika mengisi pasir. Waktu itu mereka berada di sungai yang berdekatan dengan Gunung Semeru," ungkapnya.

Cerita Miskan kepada Lia, sebenarnya saat lahar dingin menerjang Agus sudah bergandengan tangan dengannya, serta dua warga setempat yang bekerja menaikkan pasir ke truk. Tapi karena kuatnya arus mereka pun terlepas dan terpisah.

"Kata Pak Lik (Miskan) mereka sudah bergandengan tangan tapi terlepas, dan bapak terbawa arus," ungkapnya.

Baca Juga: Bangun Tanggul Bronjong di Desa Purorejo Lumajang untuk Pindahkan Aliran Sungai

Sampai saat ini belum diketahui kabar keberadaan Agus, keluarga pun berharap agar bisa segera ditemukan. "Semoga lekas ketemu, itu saja keinginan kami," harapnya.

Tambah Lia, setiap hari memang bapaknya bersama adiknya bekerja menjadi sopir truk pasir. Keduanya berangkat setiap jam 3.00 WIB dan kembali pulang sore harinya.

"Jadi tiap hari ambil pasir ke sana lalu dibawa ke Batu. Setiap hari pulang pergi, berangkat pagi dan balik sore terkadang malam hari. Gak tentu," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.