Senin, 15 Jun 2026 06:08 WIB

Sebelum Tenggak Racun, NW Sempat Curhat ke Petugas WCC

Universitas Brawijaya gelar konferensi pers terkait kasus NW.
Universitas Brawijaya gelar konferensi pers terkait kasus NW.

Mojokerto - NW sempat bercerita tentang dirinya dipaksa untuk melakukan aborsi oleh oknum polisi yang juga kekasihnya ke Woman Crisis Center (WCC) pada Agustus 2021.

Hal itu dibenarkan oleh Perwakilan staf kantor lembaga hukum UB Lucky Endrawati saat konferensi pers yang juga disiarkan langsung lewat Instagram resmi di Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Minggu (5/12/2021).

Baca Juga: Mahasiswi di Tulungagung Meninggal Dunia Usai Tabrak Truk Parkir

Baca juga: 

Menurut Lucky Endrawati, setelah kejadian tahun 2020 lalu dengan kakak tingkatnya inisial RAW, NW mendatangi tim layanan hukum meminta untuk diberikan pendampingan psikologis karena mengaku diperkosa dan hamil serta diminta untuk aborsi dua kali yang dilakukan oleh oknum polisi dengan meminum obat penggugur kandungan.

"Pada bulan Agustus 2021, karena kebetulan saya juga di WCC, NW ini berkonsultasi ke Mbak Ina petugas WCC, untuk kasus yang sekarang bersama oknum polri,” kata Lucky Endrawati dalam video di Instagram resmi UB seperti yang dilihat jatimnow.com, Senin (6/11/2021).

Ia menambahkan, sejak Agustus 2021 itu pihaknya sering berkomunikasi dengan NW untuk mendampingi psikis. Tim dari WCC mencoba mendampingi dan mendorong kekuatan NW untuk melanjutkannya ke proses hukum.

Baca Juga: 732 Tumpeng Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto

"Kita lakukan pendampingan, dan kita kuatkan dulu, selanjutnya proses hukumnya dulu Agustus akhir sampai September kemarin, November masih proses penguatan," terangnya.

Menurut Lucky, tim mencoba mendampingi psikis korban, sambil terus mendorong agar NWR bisa melaporkan kasus tersebut ke ranah hukum. Begitu pun yang terjadi saat kasus kedua menimpa NW dengan oknum polisi berinisial RB.

"Kami berpijak pada laporan resmi, harus ada legal standingnya korban sendiri yang laporan. Itu yang menjadi penegasan terkait perbuatan materiil kakak tingkatnya, dalam hukum itu yang harus laporan langsung korbannya,” paparnya.

Baca Juga: Siswi SMP di Probolinggo Diperkosa 3 Pria, Korban Dikalungi Celurit

Penguatan pun terus dilakukan oleh tim termasuk dari WCC Dian Mutiara hingga bulan November 2021 lalu. Tetapi dirinya juga terkejut saat menerima kabar NW telah meninggal karena bunuh diri pada Kamis 2 Desember 2021 lalu.

“November masih proses penguatan untuk menempuh jalur mitigasi, hingga korban dikabarkan pada Jumat pagi meninggal. Memang NW ini sempat lapor ke WCC Dian Mutiara, tapi masih proses, ingin berkonsultasi dan masih pendampingan,” pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.