Minggu, 14 Jun 2026 14:21 WIB

Cerita Kepanikan Warga Selamat dari Maut Erupsi Semeru

Warga korban erupsi Gunung Semeru di RUSD dr Haryoto Lumajang. (Foto:  Mahfud Hidayatullah)
Warga korban erupsi Gunung Semeru di RUSD dr Haryoto Lumajang. (Foto: Mahfud Hidayatullah)

Lumajang - Warga terdampak letusan gunung Semeru pada Sabtu (4/12) memiliki cerita untuk bisa selamat dari luncuran awan panas. Kepanikan membuat mereka langsung lari menyelamatkan diri.

Seperti yang dikatakan Sinten (60) warga  Dusun Curah Kobokan Desa Supit Urang  Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang mengatakan, saat awan panas mulai berguguran dirinya tengah berada di rumah bersama keluarganya.

Baca Juga: Pertamina Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Erupsi Semeru

"Tiba-tiba suasana menjadi gelap ada hujan batu diserta awan panas berguguran," katanya saat ditemui RUSD dr Haryoto Lumajang, Sabtu (4/12/2021) malam.

Seketika itu juga dirinya langsung panik dan bergegas meninggalkan lokasi rumahnya bersama dengan anak-anaknya.

"Di luar sudah banyak orang berhamburan dan berlarian saat kejadian," tutur Sinten.

Sinten mengaku saat musibah itu datang, dirinya langsung berlarian tanpa memikirkan rumah dan harta benda yang dimiliki.

Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru, 963 Warga Mengungsi

Baca Juga: Bantuan untuk Pengungsi Korban Erupsi Semeru Tersendat

"Rumah hancur saya tidak memikirkan harta yang penting saya selemat, tadi kejadian di sana kayak kiamat," tegasnya.

Sinten mengaku kalau dirinya di rumah sakit tersebut karena anak laki lakinya atas nama Syamsul Arifin (30) mengalami luka bakar. "Dia terkena awan panas karena anak saya bekerja jaga portal," ujarnya.

Baca Juga: Seluruh Pendaki Gunung Semeru Dievakuasi dengan Selamat Pasca Terjebak Erupsi

Sementara itu Dewi Novitasari (17) yang merupakan anak Sinten mengaku gemetar melihat kondisi kejadian di daerahnya akibat letusan Gunung Semeru. "Baru kali ini kejadian gunung paling besar yang saya tahu mas," jelasnya.

Dirinya bersama saudara dan ibunya langsung melarikan untuk menyelamatkan diri menuju lokasi pengungsian. "Sing penting slamet nggak mikir apa-apa di rumah," ucap Dewi.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.