Selasa, 16 Jun 2026 05:14 WIB

Sah, APBD Provinsi Jatim 2022 Disepakati Rp27,642 Triliun

Rapat Paripurna pengesahan APBD Jatim 2022. (Foto: Istimewa)
Rapat Paripurna pengesahan APBD Jatim 2022. (Foto: Istimewa)

Surabaya - Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama dengan DPRD telah mengesahkan APBD Jawa Timur sebesar Rp27,642 triliun. APBD Tahun 2022 ini akan difokuskan untuk pemulihan ekonomi dan reformasi birokrasi struktural.

Nilai itu didapat dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp17,239 triliun, dana transfer Rp10,385 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp16,804 miliar.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

"APBD TA 2022 memang mengalami penurunan sebesar Rp7,166 triliun dibandingkan APBD 2021. Hal itu disebabkan ada penurunan dana transfer dari pemerintah pusat. Oleh karena itu APBD ini harus benar-benar kita manfaatkan untuk mendukung program prioritas dan dioptimalkan menjadi stimulus perekonomian masyarakat dan mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU)," ujar Khofifah saat Rapat Paripurna DPRD Jatim, Sabtu (4/12/2021).

Kedua prioritas tersebut dijelaskan dalam tema Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022 sebagai peningkatan daya saing daerah di era perdagangan berbasis agro.

"Hal ini selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) ketiga dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang mengusung tema Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural," imbuhnya.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Pada tahun anggaran 2022, Pemprov juga mencatatkan penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp1,831 triliun dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya (SILPA).

Sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp18,382 miliar berupa pembayaran pokok pinjaman jatuh tempo.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menyampaikan, untuk percepatan implementasi program dan kegiatan, belanja daerah dibagi dengan proporsi yang berpedoman sesuai ketentuan serta analisis faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembangunan.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Pembagian belanja sesuai urusan itu terdiri dari urusan pendidikan Rp7,980 triliun (27,09 %), urusan kesehatan Rp 4,903 triliun (16,65 %), urusan infrastruktur Rp 3,858 triliun (13,10 %), urusan ekonomi Rp 1,638 triliun (5,56 %), urusan pemerintahan Rp 8.721 triliun (29,61 %), urusan sosial Rp 2.351 triliun (7,98 %).

"Saya berharap alokasi anggaran belanja ini dikelola secara transparan, akuntabel, efisien, efektif, tepat waktu dan tepat sasaran serta mengikuti kaidah administrasi pengelolaan keuangan daerah yang berlaku. Semua ikhtiar ini dilakukan untuk menjamin bahwa APBD Jawa Timur memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.