Jumat, 12 Jun 2026 19:46 WIB

Bisnis Properti Syariah Tumbuh 50 Persen kala Pandemi

Properti syariah justru mengalami peningkatan saat pandemi. (Foto:Istimewa)
Properti syariah justru mengalami peningkatan saat pandemi. (Foto:Istimewa)

Surabaya - Pandemi Covid-19 membuat bisnis properti konvensional mengalami penurunan pembelian. Namun, berbeda dengan properti syariah yang justru mengalami peningkatan.

Ketua Asosiasi Developer Properti Syariah (ADPS) Arief Sungkar mengatakan sejak berdiri tahun 2013, pihaknya sudah mengerjakan 1.050 proyek yang menyerap hampir 5.000 tenaga kerja dan 16.000 freelancer.

Baca Juga: Laba Melejit, BSI Tebar Dividen Tunai Rp1,51 Triliun ke Pemegang Saham

"Tren pembelian selama pandemi awalnya minus dua persen di tahun 2020. Lalu tumbuh di 2021 sebanyak 50 persen," kata Arief, melalui siaran pers yang diterima redaksi Jumat (3/12/2021).

Peningkatan penjualan itu karena adanya program konversi bantuan kepada developer yang terdampak pandemi. Sehingga, pembangunan tetap bisa dilakukan meski tanpa pendanaan dari bank.

"Target kami di tahun 2025 mampu membangun satu juta unit melibatkan pekerja sampai 100 ribu orang," kata Arief, Kamis (2/12).

Selain itu, kecenderungan masyarakat pada produk halal dan syariah semakin besar selama pandemi di bidang properti.

Hal itu membuat pertumbuhan eksponensial hampir dua kali lipat dalam dua tahun terakhir selama pandemi.

"Konsep properti syariah yang kami bangun memberikan solusi kepada masyarakat agar bisa membeli rumah tanpa riba," jelas dia.

Baca Juga: Vorgant Interior Hadirkan Layanan Desain Terpadu di Surabaya

Menurut Arief, properti syariah saat ini masih baru dan jarang dilihat orang. Padahal, masyarakat bisa membangun properti tanpa menggunakan pendanaan dari bank.

"Faktanya kami sudah berjalan sembilan tahun dan sudah banyak rumah yang kami bangun. Ini riil yang kami lakukan," tegas dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Pembina ADPS Hamdan Dahyar menyebut di Jatim sudah ada 227 properti proyek yang sedang dijalankan.

"Paling subur di Malang, Jember, Ponorogo, Kediri, dan Surabaya," katanya.

Baca Juga: Intiland Luncurkan Rumah Usaha Verge Space di Amesta Living Surabaya

Kesuburan bisnis properti itu diharapkan pemerintah memberi perhatian dengan membuat undang-undang properti syariah. Tujuannya agar masyarakat yang kesulitan jual beli rumah menemukan solusi.

"Kalau pemerintah jeli, ini bisa membantu industri properti nasional," pungkas Hamdan.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.