Gubernur Maluku Akui Kemajuan Perdagangan Jawa Timur dan Patut Dicontoh
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Kamis, 02 Des 2021 18:56 WIB
Maluku - Gubernur Maluku Irjen Pol (Purn) Murad Ismail mengakui kemajuan perdagangan di Provinsi Jawa Timur sangat tinggi. Hal itu ditunjang dengan banyaknya investor dan para pelaku bisnis yang besar.
"Jawa Timur sebagai provinsi dengan kemajuan perdagangan dan tingkat perekonomian tinggi dan memiliki pengusaha besar," ujarnya dalam penandatanganan kontrak Misi Dagang dan Investasi antara Permprov Jatim dan Maluku, di The Natsepa Hotel Resort, Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Kamis (2/12/2021).
Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar
Terlebih pada sektor komoditi pangan, Jawa Timur menjadi penyumbang utama lumbung pangan nasional. Sehingga, kerja sama antar dua provinsi ini ia sebut sebagai penguatan antar wilayah.
"Agenda misi dagang dan kerjasama yang dilaksanakan hari ini adalah cermin dari pentingnya mendukung kebutuhan antara dua pemerintah daerah," turur Murad.
"Kami berharap dapat berinvestasi di Maluku karena kami memiliki sumber daya alam berlimpah, tetapi belum banyak dikelola secara optimal," tambah dia.
Baca Juga: Transaksi Saham di Wilayah OJK Kediri Capai Rp3,63 T, Naik 113,28 Persen
Murad berharap agar kelebihan Jawa Timur dapat ditularkan kepada Maluku. Sehingga produk-produk Maluku dapat mengisi pasar besar di Jawa Timur, begitu sebaliknya.
"Karena yang kita lakukan hari ini ialah membangun jembatan antara Maluku dan Jatim, bukan membangun tembok," sambung Murad.
Dari Data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2020, total nilai transaksi pembelian Maluku ke Jawa Timur berada di peringkat kedua setelah DKI Jakarta, dengan jumlah Rp 2,43 triliun atau setara dengan 30,52%.
Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir
Mayoritas didominasi pada obat-obatan, minyak diesel dan sepeda motor. Sementara untuk kontribusi Maluku ke Jawa Timur Rp 251,14 miliar dengan komoditas tembaga, ikan beku dan kayu balok.
Hingga berita ini ditulis, total transaksi Misi Dagang dan Investasi antara Jawa Timur-Maluku mencapai Rp 140 miliar. Transaksi itu dilakukan secara tersistem.
Editor : Narendra Bakrie