Minggu, 14 Jun 2026 11:52 WIB

Bayi Kembar Tiga di Ponorogo Lahir Selamat, Begini Kondisinya

Bayi kembar tiga yang lahir selamat di Ponorogo
Bayi kembar tiga yang lahir selamat di Ponorogo

Ponorogo - Bayi kembar tiga di Ponorogo lahir dengan selamat. Ketiga bayi itu adalah anak dari pasangan Syahrul Munir (26) dan Mila Restiani (27), warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, kabupaten setempat.

Mila Restiani mengatakan, bayi kembar tiga itu dilahirkannya pada Minggu (28/11/2021) dengan usia kandungan 7 bulan.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Saat bulan pertama hamil, dokter mendiangnosa bahwa Mila hamil di luar kandungan. Dari itu dokter menyarankan Mila untuk periksa kembali pada bulan kedua.

"Saya periksa bulan kedua ternyata ada tiga kantong atau tiga titik. Dokter bilang itu kembar tiga," ungkap salah satu pegawai apotek di Ponorogo tersebut, Rabu (1/12/2021).

Mila menjalani kehamilannya seperti layaknya orang hamil dengan satu bayi. Dia mengaku tidak ada keluhan sama sekali.

"Gak ada mual, gak ada muntah. Makanya masih tetap bekerja," tambahnya.

Hingga kehamilannya masuk usia 7 bulan, tepat pada Minggu (28/11/2021), dia merasakan ada cairan yang keluar. Saat itulah dia berangkat dari tempat kerjanya menuju Rumah Sakit Darmayu.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Padahal rencananya Desember akan diberikan suntikan untuk memperkuat paru-paru bayi. Tapi belum sampai Desember udah lahir. Ceweknya dua dan cowok satu. Berat badannya untuk yang cewek masing-masing 1,1 kilogram dan cowok 1,3 kilogram," tambahnya.

Sementara dokter spesialis anak RS Darmayu, dr Kautsar Prastudia menyebut, bayi kembar tiga itu harus dirawat di NICU.

"Beberapa organ belum waktunya lahir, salah satunya paru-paru belum mateng," tutur dr Kautsar.

Menurutnya, ketiga bayi itu dibantu dengan alat bantu nafas. Pihak rumah sakit juga mengawasi alat pencernaannya, karena belum bisa memberikan minum.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Bayi masih dipuasakan. Kalau diberi minum, saluran pencernaannya belum siap. Nanti malah terjadi pelukaan di saluran pencernaannya," papar dia.

Sehingga nutrisi pada bayi diberikan melalui cairan infus. Itu karena kondisi bayi adalah prematur dengan berat badan sangat rendah.

"Ke depan jika sudah boleh rawat jalan tentu akan ada pemeriksaan sambil rawat jalan. Kondisi pendengaran, mata, berat badan kurang dan kurang bulan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.