Minggu, 14 Jun 2026 19:02 WIB

Pemprov Jatim Dinilai Pesimis Rumuskan RAPBD Tahun 2022

Anggota Komisi D DPRD Jatim, Hidayat (Foto: Dok. jatimnow.com)
Anggota Komisi D DPRD Jatim, Hidayat (Foto: Dok. jatimnow.com)

Jawa Timur - Anggota Komisi D DPRD Jatim Hidayat menilai bahwa pemprov pesimis dalam merumuskan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2022.

Hidayat menjelaskan, proyeksi anggaran yang dilakukan Pemprov Jatim hanya Rp 27,4 triliun, turun Rp 6 triliun dari Tahun 2021.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

"Proyeksi pendapatan hanya dipatok Rp 27,4 triliun, turun Rp 6 triliun dibanding Tahun 2021, yang bersumber dari PAD Rp 16,8 triliun dan dana talangan Rp 10,3 triliun," ujar Hidayat kepada jatimnow.com, Selasa (30/11/2021).

Padahal, lanjut Hidayat, pertumbuhan ekonomi di Jatim sedang meningkat antara 5 sampai 5,8 persen.

"Pandemi sudah landai, mestinya potensi pendapatan bisa dioptimalkan, khususnya potensi-potensi pendapatan dari pengelolaan kekayaan daerah yaitu 9 BUMD," kata Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jatim itu.

Politisi Partai Gerindra Jatim itu menambahkan, selama ini sumber pendapatan pemprov masih mengandalkan pajak. Padahal ada BUMD yang dikelola.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

"Oleh karena itu, optimalisasi pendapatan dari BUMD harus menjadi perhatian gubernur," tegasnya.

Hidayat menyebut, kemandirian ekonomi dari 9 Badan Udaha Milik Daerah (BUMD) seperti tidak dijalankan secara serius.

Dirinya juga menilai perkembangan BUMD di Jatim seperti jalan di tempat, karena PAD yang dihasilkan hanya Rp 400 miliar dalam tiga tahun terakhir.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

"Mencermati kinerja keuangan 9 BUMD, dengan melihat data sumbangsih 9 BUMD mencerminkan kinerja yang kurang baik. Nilai pendapatan PAD berkisar Rp 400 miliar setiap tahun selama tiga tahun terakhir, menunjukan kinerja yang stagnan, apalagi nilai itu hampir rata-rata Rp 380 miliar atau 85 persen diperoleh dari Bank Jatim," terangnya.

"Oleh karena itu, saatnya memacu kinerja BUMD, mengevalusi dan reformasi. Sehingga salah satu tujuan didirikan BUMD untuk kontribusi PAD bisa tercapai," pungkas Hidayat.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.