Senin, 08 Jun 2026 05:58 WIB

Alasan PT Freeport Indonesia Bangun Smelter di Gresik

Vice President PT Freeport Indonesia Riza Pratam (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Vice President PT Freeport Indonesia Riza Pratam (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

Gresik - Pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) yang berlokasi di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, dinilai sangat tepat, Hal itu disampaikan oleh Vice President PTFI Riza Pratam.

Banyaknya perusahaan di Kabupaten Gresik yang dapat menyerap berbagai limbah dari produk karoda tembaga yang dihasilkan PTFI menjadi alasan utama pembangunan smelter di JIIPE.

Baca Juga: Danrem 084/Bhaskara Jaya Tinjau JIIPE Gresik, Perkuat Sinergi Investasi di Jatim

“Limbah yang dihasilkan smelter bisa menjadi bahan dasar pabrik lain. Misal limbah asam sulfat bisa digunakan untuk bahan dasar pupuk, dan di Gresik ada perusahaan pupuk nasional. Kemudian terak tembaga juga bisa untuk bahan dasar semen, dan di Gresik juga ada perusahaan semen nasional. Tidak ada materiil yang akan dibuang sembarangan,” kata Riza Pratam, Jumat (26/11/2021) malam.

Riza juga mengungkapkan alasan PTFI lebih memilih membangun smelter di Gresik dari pada di Papua karena efisiensi biaya.

"Kalau membangun smelter di Papua tentu biayanya jauh lebih tinggi karena di sana tidak ada perusahaan yang dapat menyerap limbah smelter,” ungkapnya.

Untuk permasalahan limbah, Riza menegaskan jika pengelolaan smelter berbeda dengan pengelolaan PTFI di Mimika Papua. Hal itu karena produksi yang dihasilkan smelter dan PTFI memang berbeda. Riza menjamin jika limbah smelter adalah industri, bukanlah perusahaan tambang seperti PTFI.

Baca Juga: Pabrik Melamin Rendah Emisi di Kawasan JIIPE Gresik Perkuat Industri Kimia Nasional

“Dan sebagai perusahaan profesional, kami memiliki pengolahan limbah yang baik,” ucap Riza.

Riza menambahkan, saat ini pembangunan smelter di JIIPE yang dikerjakan oleh PT Chiyoda Internasional Indonesia tersebut telah mencapai 8 persen.

“Tahap pembangunan smelter itu memang lama. Sebab, sebelum pembangunan smelter, rekanan terlebih dahulu akan meratakan dan memadatkan tanah hingga mencapai standar yang ditentukan,” jelasnya.

Baca Juga: BKMS Bagikan Paket Sembako untuk Warga di Kawasan JIIPE Gresik

Adapun tiang pancang yang ditanam di lahan seluas 100 hektar itu, membutuhkan 1800 tiang. Pengerjaan bangunan dalam skala besar akan dimulai pada tahun 2022 dimana diprediksi akan ada sekitar 40 ribu orang tenaga kerja.

“Kami target tahun 2024 smelter sudah beroperasi. Sedang tenaga kerja yang kami butuhkan nanti mencapai 1000 orang yang memiliki skill metalurgi. Mengenai spesifikasi SDM yang kita butuhkan nanti akan kami share ke Pemkab Gresik,” pungkas Riza.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.