Rabu, 17 Jun 2026 07:37 WIB

Pulihkan Ekonomi dan Bangun SDM, Banyuwangi Gandeng Puslit Koka hingga UT

  • Penulis :
  • | Selasa, 23 Nov 2021 12:19 WIB

Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi menggalang kolaborasi dengan banyak pihak untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi, meningkatkan kualitas SDM, hingga peningkatan pelayanan publik.

"Untuk mendorong pemulihan ekonomi, kita harus melakukan kolaborasi dengan banyak pihak. Tak mungkin kita bergerak sendiri-sendiri," ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (23/11/2021).

Baca Juga: Pidie Jaya Terkepung Krisis, Hendy Setiono Pasok Toren Air Bersih

Pemkab Banyuwangi sendiri telah meneken nota kesepahaman dengan Taman Nasional Meru Betiri terkait pembangunan strategis berupa peningkatan dan pemeliharaan jalan. Lalu denhan Universitas Terbuka terkait pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Selain itu, dengan Kementerian Agama tentang peningkatan pelayanan di Pengadilan Agama dan Kantor Kemenag Banyuwangi. Juga dengan Pusat Penelitian (Puslit) Kopi dan Kakao Indonesia untuk pengembangan klaster agribisnis berbasis komoditas kopi dan kakao. Ada pula kolaborasi dengan BPJS Kesehatan terkait optimalisasi program Jaminan Kesehatan Nasional.

Bupati Ipuk mencontohkan kolaborasi terkait pengembangan produk hortikultura kopi dan kakao. Dalam kerjasama dengan Puslit Kopi dan Kakao, Ipuk mengharapkan terjadinya peningkatan produksi dari produk kakao dan kopi asal Banyuwangi.

"Kita akan optimalkan potensinya, mulai dari sektor hulu hingga hilir,” ungkapnya.

Kepala Puslitkoka Indonesia Agung Wahyu Susilo menjelaskan, lewat kerjasama tersebut pihaknya akan mendukung pengembangan petani kopi dan kakao di Banyuwangi mulai dari pemilihan bibit berkualitas, edukasi cara tanam dan perawatan, sampai pengelolaan hasil panen.

"Banyuwangi ini memang memiliki kualitas kopi dan kakao yang sangat baik. Potensi ini yang akan kita kembangkan sehingga bisa menjadi komoditas berskala internasional," harapannya.

Selain dengan Puslitkoka Indonesia, Pemkab Banyuwangi juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Hal ini dilakukan dalam rangka peningkatan sektor pariwisata yang memang gencar dikembangkan Banyuwangi.

Baca Juga: Pakuwon Group dan BCA Hadirkan KPR dengan Bunga Terendah Sepanjang Sejarah

Dalam kerjasama tersebut, dilakukan upaya peningkatan aksesibilitas menuju ke sejumlah destinasi wisata yang berada di kawasan TNMB. Seperti halnya ke Teluk Hijau maupun ke Pantai Sukomade yang dikenal sebagai habitat beragam penyu.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional wilayah III Suliatrianto mengatakan, kerjasama ini terkait peningkatan infrastruktur jalan di kawasan TNMB.

"Yakni jalan yang menghubungkan akses Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, menuju Pantai Teluk Hijau dan Sukamade. Dengan akses yang terjangkau, tempat ini akan menjadi alternatif destinasi bagi wisatawan,” ungkap Suliatrianto.

Tidak hanya dalam rangka pembangunan fisik, Pemkab Banyuwangi juga melakukan kerjasama dalam rangka peningkatan pembangunan Sumber Daya Manusia.

Baca Juga: Kota Kediri Kondusif, Pemulihan Ekonomi Jadi Fokus Utama

Di antaranya bekerjasama dengan Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dan Pengadilan Agama Banyuwangi untuk melakukan percepatan itsbat nikah.

"Bagi pasangan yang akan melakukan itsbat nikah, bisa melaporkan ke desa atau KUA, nanti akan didata. Setelah itu, akan dilakukan itsbat nikah secara kolektif di tingkat desa atau kecamatan,” ujar Kepala Kemenag Banyuwangi, Selamet.

Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga melakukan kerjasama dengan Universitas Terbuka dalam rangka pelaksanaan Tri Bakti Perguruan Tinggi. Selama ini Pemkab memberikan sejumlah beasiswa terhadap anak-anak muda Banyuwangi yang akan berkuliah di Universitas Terbuka dalam program Banyuwangi Cerdas.

Tak ketinggalan Pemkab Banyuwangi juga kerjasama dengan BPJS Kesehatan dalam rangka peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Banyuwangi

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.