Selasa, 16 Jun 2026 01:39 WIB

Sekolah SPI Kota Batu Kembali Dilaporkan Dugaan Pelecehan Seksual

LPAI, Repdem, dan PP Kota Batu saat memberikan keterangan usai melaporkan pemilik Sekolah SPI Kota Batu. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
LPAI, Repdem, dan PP Kota Batu saat memberikan keterangan usai melaporkan pemilik Sekolah SPI Kota Batu. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Batu - Tiga wanita mengaku sebagai korban kekerasan seksual melapor ke Polres Batu, Senin (15/11/2021). Mereka melaporkan JE, pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI).

Saat melapor, ketiganya yang merupakan alumni Sekolah SPI, didampingi Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Batu bersama Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) dan Pemuda Pancasila (PP).

Baca Juga: Kesal Disalip, Pria di Malang Lempari Mobil dengan Batu

Tak hanya tiga wanita tersebut, dua orang pria juga membuat laporan dugaan eksploitasi ekonomi terhadap JE.

Ketua LPAI Kota Batu, Fuad Dwiyono mengatakan, pihaknya berharap dengan laporan 5 orang ini bisa membuktikan dan menguatkan tindakan yang dilakukan JE.

"Hari ini kami laporkan tindakan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan JE terhadap beberapa muridnya dulu. Kita membawa 5 orang yang mana sebagai korban," ujar Fuad.

Menurut Fuad, dilaporkannya JE masih dalam tahap pengaduan masyarakat (dumas) ke Polres Batu.

"Semoga dengan aduan ini, kasus dugaan pelecehan, asusila, dan eksploitasi ekonomi yang diduga dilakukan JE ini bisa tuntas, karena kita membawa saksi sekaligus korban yang saat ini menjalani pemeriksaan di Polres Batu," jelas Fuad.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Dari lima korban, satu di antaranya warga Malang, satu warga Yogyakarta, dan tiga warga Bali.

"Dalam laporan ini kita juga sudah melengkapi bukti-bukti yang menguatkan (perbuatan) terduga pelaku," paparnya.

Untuk lokasi kejadian pelecehan, lanjut Fuad, ada di beberapa tempat di antaranya di Semarang dan Surabaya.

"Namun lokasi yang utama tetap yaitu berada di SPI yang beralamatkan di Jalan Raya Desa Pandanrejo, Kota Batu," tegasnya.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Senada dengan Fuad, Ketua Repdem Kota Batu, M Sahrul Huda mengatakan, lima orang yang melapor berbeda dari yang dulu pernah melaporkan kasus serupa ke Polda Jatim.

"Mereka bukan yang dulu sudah pernah melapor, tapi korban lainnya. Jadi awalnya kami selaku dumas mendapat laporan dari mereka. Setelah itu kita tanggapi dan ajak bertemu. Baru kita putuskan melapor ke Polres Batu karena lokasi utama dugaan itu di Kota Batu," paparnya.

Hingga saat ini pelapor masih berada di Satreskrim Polres Batu untuk menjalani pemberkasan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Korban berada di Polres Batu sejak pukul 12.00 WIB.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.