Kamis, 18 Jun 2026 23:29 WIB

24 Tahanan Polres Batanghari Kabur, Kapolda Jambi Tinjau Lokasi

Kapolda Jambi, Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo (Foto: Dok Humas Polri)
Kapolda Jambi, Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo (Foto: Dok Humas Polri)

jatimnow.com - Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo meninjau langsung Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Muarabulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, tempat sel tahanan usai 24 tahanan titipan Polres Batanghari kabur.

"Pak Kapolda didampingi pejabat utama Polda Jambi dan juga kepala Polres Batanghari saat ini sedang meninjau langsung sel tahanan LPKA 2 B, Sungai Buluh, tempat titipan tahanan Polres yang kabur pada Senin (15/11) dini hari, dan saat ini sudah satu tahanan yang menyerahkan diri," kata Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulya Prianto.

Baca Juga: Tahanan Polres Pasuruan yang Kabur Disergap saat Sembunyi dalam Goa Pertapaan

Saat ini, Wibowo sedang memeriksa situasi pascakaburnya tahanan titipan, dikarenakan Markas Polres Batanghari sedang dalam pembangunan. Tim yang dipimpin kepala Bidang Propam Polda Jambi telah diturunkan untuk mendalami insiden tersebut. Tim Polres Batanghari bantu Polda Jambi juga segera melakukan pencarian terhadap 23 tahanan yang melarikan diri.

"Untuk perkembangan selanjutnya akan disampaikan lagi nanti setelah ada hasil pengecekan dari Pak Kapolda di lapangan," jelas Prianto.

Data Polres Batanghari, Provinsi Jambi menyatakan, peristiwa itu bermula pada Minggu (14/11) sekitar pukul 21.30 WIB, petugas piket penjagaan memeriksa sel tahanan.

Sekitar pukul 22.00 WIB, salah satu tahanan, Ledi Azwar, sebagai otak pelaku mengambil balok kayu dari kamar mandi, kemudian mencongkel salah satu besi behel jendela ruang tahanan yang dihuni.

Sehingga besi itu patah dan lepas dari rangka teralis. Kemudian, Azwar mencoba untuk menyiasati besi itu terpasang kembali dirangka dengan mengikat menggunakan tali agar tidak diketahui petugas jaga. Dia juga mengatur siasat dengan tahanan lain agar mau melarikan diri secara bersama-sama sekitar pukul 24.00 WIB.

Satu tahanan memanggil nama salah satu petugas jaga dari arah dalam ruang sel. Namun, tidak ada jawaban dari petugas. Peluang itulah yang digunakan Azwar dan tahanan lainnya untuk membuka kembali besi yang tadi terikat tali. Kemudian mereka keluar dari ruang tahanan melalui lobang atau celah jendela yang berhasil dibuka dan ternyata bisa mengeluarkan badannya.

Baca Juga: Dua Tahanan Kabur Polres Pasuruan Ditangkap Usai Pesta Seks di Banyuwangi

Sehingga mereka berpindah tempat keluar ruang tahanan atau lorong selasar. Selanjutnya yang bersangkutan diduga juga telah mematikan kamera pengintai dengan mencabut kabel dari sambungan listrik yang mengakibatkan layar monitor mati.

Azwar diduga berusaha mencari kunci pintu sel tahanan dan akhirnya menemukan di dalam saku baju kemeja petugas jaga atas nama Bripda Ridho yang saat itu sedang digantung di salah satu jendela ruang jaga. Setelah berhasil menemukan kunci, Azwar kemudian membuka tiga pintu sel tahanan yang berisi total 24 orang.

Atas komando dari tahanan bernama Amin, seluruh tahanan akhirnya bersama-sama melarikan diri melewati pintu penjagaan yang tidak ada petugasnya. Mereka memanjat dinding bangunan setinggi 2,5 meter dan para tahanan itu memanjat dinding ke dua dan akhirnya memanjat dinding pagar LPKA setinggi empat meter dengan menggunakan beberapa kain sarung.

Kemudian ke-24 orang tersebut berhasil melarikan diri ke arah perkebunan belakang atau samping kanan lapas tersebut. Saat ini, jajaran Polres Batanghari masih mengejar mereka dan salah satu tahanan, Rahmat Dwi Putra, menyerahkan diri hanya 1,5 jam setelah ikut kabur. Dia kembali dan melapor kepada petugas jaga di pintu utama LP itu.

Baca Juga: Wajah-wajah Baru, Tahanan Kabur Ditangkap, Tertipu Kerja di Australia

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.