Selasa, 16 Jun 2026 23:03 WIB

Rayakan Lebaran, Warga Bangunrejo Makan Ketupat Sepanjang 500 Meter

Warga saat menggelar makan ketupat sepanjang 500 meter./Foto: Mita Kusuma
Warga saat menggelar makan ketupat sepanjang 500 meter./Foto: Mita Kusuma

jatimnow.com - Lebaran ketupat sudah melekat sebagai tradisi di tanah Jawa. Demikian juga dengan warga Kabupaten Ponorogo. Sebagian besar warga pasti membuat ketupat setelah Idul Fitri.

Di Desa Bangunrejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo ada yang unik. Ratusan warga merayakan lebaran ketupat dengan menggelarnya sepanjang 500 meter.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Warga juga makan bersama-sama. Sehingga terlihat guyup rukun. Tidak ada perbedaan satu sama lain. Warga pun dengan sukarela membawa lauk dan ketupat dari rumah masing-masing dan dinikmati bersama di jalan desa usai halal bihalal.

Awalnya, ketupat yang dikumpulkan dibentuk menjadi tumpeng dan diarak keliling desa lengkap dengan reog dan tabuhan.

Usai berkeliling, tumpeng pun langsung diletakkan di tengah jalan desa. Saat warga sudah berkumpul, baru ketupat dibagikan di depan masing-masing warga lengkap dengan lauknya. Sebelum makan, warga pun berdoa bersama.

"Setelah idul fitri dalam tradisi Jawa ini disebut kupatan. Artinya untuk mengakhiri fitri silaturahmi selama 7 hari diakhiri kupatan," kata Kades Bangunrejo, Edi Suwito, Jumat (22/6/2018).

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Akhirnya, lanjut ia, dilakukan festival kupat ini. Untuk menjaga kerukunan antar tetangga dan masyarakat. Jika biasanya saling tukar kupat dianter.

"Jadi untuk hari ini mungkin seterusnya ini kita tradisikan ngumpul bersama makan kupat bersama dan kita biar rukun antar masyarakat dan lingkungan," bebernya.

Harapannya, lanjut ia, menjaga kerukunan masyarakat dan silaturahmi juga tetap terjaga.

Sementara, salah satu warga, Mayangsari, mengatakan event ini memupuk kebersamaan. Bisa makan bersama bareng-bareng.

Baca Juga: Ikut Halalbihalal, Tiga Sivitas ITS Surabaya Dapat Hadiah Umroh

"Tidak perlu makan sendiri-sendiri di rumah. Lebih nikmat dan ada kebersamaannya jika makan bersama begini," katanya.

Di sisi lain, ketua panitia, Wisnu HP, menjelaskan, ini menunjukan bagaimana masyarakat Desa Bangunrejo bisa bahu membahu membangun ritual lebaran ketupat. "Bisa menjadi wujud halal bihalal, gotong royong dan kebersamaan," pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.