Jumat, 12 Jun 2026 16:46 WIB

Bangkitnya Kaum Milenial dalam Gerakan Bela Negara

Seminar yang digelar Gerakan Bela Negara (GBN) Jawa Timur di ruang Sabha Nugraha Dinas Pendidikan Jatim
Seminar yang digelar Gerakan Bela Negara (GBN) Jawa Timur di ruang Sabha Nugraha Dinas Pendidikan Jatim

Jawa Timur - Gerakan Bela Negara (GBN) Jawa Timur menggandeng tokoh nasional menggelar seminar "Bangkitnya Kaum Milenial dalam Gerakan Bela Negara pada Era Pasca Pandemi dalam Rangka Peringatan Sumpah Pemuda 2021" di ruang Sabha Nugraha Dinas Pendidikan Jatim, Rabu (27/10/2021).

Dalam seminar yang digelar secara luring itu, membahas tentang era disrupsi membawa tantangan baru bagi para generasi muda. Dan hal itu bisa dihadapi dengan sikap bela negara yang tertanam dalam diri para milenial.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Ketua Pembina Pelatih Kader GBN Jatim, Tjahyo Widodo menuturkan, peran generasi muda selama Pandemi Covid-19 sudah cukup luar biasa. Ini terlihat dengan munculnya berbagai inovasi untuk membantu masyarakat.

Juga banyak kreativitas yang dibuat generasi muda untuk membantu roda perekonomi pelaku UMKM.

"Kita juga bisa melihat banyak kegitan wisata yang dipelopori anak muda dengan membuat video eksplore keindagan alam, sehingga wisata sudah mulai menggeliat. Mengeksplor keindahan alam. Dengan peran-peran ini ekonomi Indonesia menjadi peluang dan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan," ujar Tjahyo.

Meski begitu, Tjahyo menyatakan sikap-sikap generasi muda harusnya juga dibarengi dengan makna sumpah pemuda. Di mana dalam sumpah tersebut, kekuatan persatuan menjadi yang utama.

"Kita tahu sumpah pemuda menyatukan bangsa dan suku. Liat di negara manapun, seperti Amerika, kaum India tersisihkan, konflik kulit putih dan hitam. Berbeda dengan generasi muda kita. Tidak ada deskriminatif suku dan budaya. Kemudian dari 700 suku bangsa, bahasa dan budaya menjadi satu. Dalam sumpah pemuda, menjunjung tinggi bahasa persatuan. Landasan ini harus kita perkuat," papar dia.

Diakui Tjahyo, jika saat ini banyak generasi muda bangga dengan bahasa lain. Padahal Bahas Indonesia meruapakan jati diri bangsa. Sehingga diharapkan kebanggaan terhadap Bahasa Indonesia bisa terus tertanam.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

"Salah satu yang mulai kita apresisi adalah dengan memberikan penghargaan bagi instansi pemerintah maupun swasta yang menggunakan Bahasa Indonesia. Menurut saya mulai sekarang kita mendorong seluruh bangsa indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan," tambahnya.

Sementara anggota GBN Jatim, Hary Soegiri menambahkan, tantangan generasi muda saat ini ada beberapa hal. Pertama, menginjak di era disrupsi. Di mana terjadi perubahan di segala sektor.

Menurut dia, masyarakat harus mengikuti aturan yang ada seperti harus cepat adaptif terhadap inovasi dan digitalisasi. Kedua, tantangan gigs ekonomi.

"Dulu senang menjadi pegawai negeri. Sekarang generasi kita suka bekerja paruh waktu, bekerja di beberapa tempat dan temporari. Yang menjadi ukuran keberhasilan suatu tempat adalah inovasi yang dibuat," ungkap dia.

Baca Juga: Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China

Hary menambahkan, pekerjaan generasi muda bener-benar sudah berbasis digitalisasi. Tantangan ketiga, terkait wawasan kebangsaan bela negara. Bela negara bisa terlihat dalam TNI-Polri.

Namun masyarakat bisa melakukan bela negara dengan berbagai cara. Di pendidikan misalnya, bukti mencintai bangsa terlihat dengan kurikulum wawasan kebangsaan yang berbasis pada Pancasila dan UUD 1945.

"Setiap butir-butir Pancasila perlu dijabarkan dalam pembelajaran kurikulum. Kita bangga terhadap budaya dan hasil karya Indoensia. Apalagi Indonesia merupakan negara besar. Kita tanamkan budaya dan wawasan kebangsaan dan rasa bangga menjadi Bangsa Indonesia," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.