Selasa, 23 Jun 2026 02:06 WIB

Kisah Sukses Eks Kepala DKRTH Surabaya Bisnis Kain dan Hijab hingga Ekspor

Chalid Bukhari dan keluarga (Foto: istimewa)
Chalid Bukhari dan keluarga (Foto: istimewa)

Surabaya - Mengundurkan diri dan meminta pensiun dini dari jabatan Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya pada 2020 lalu tidak membuat Chalid Bukhari lebih santai.

Bapak dengan 3 anak itu kini sibuk mengembangkan bisnisnya mulai dari kain hingga hijab dengan merk Premori.

Baca Juga: IdeaFest 2026 Hadir di Surabaya, 200 Pembicara Siap Berbagi

"Premori itu kepanjangannya premium original. Premori sebelumnya berdiri tahun 2016 dengan nama Toko Kain Murah (TKM)," kata Chalid, Rabu (27/10/2021).

Ia menceritakan, setelah mundur dari Pemkot Surabaya, dirinya bersama istrinya yang bernama Fadilatin Nailah bepergian ke luar kota selama 3 bulan untuk menenangkan diri.

"Hanya berdua saja dengan istri bepergian. Saya ke Jakarta, Jawa Tengah, pokoknya tidak sementara dulu di Surabaya," ujar dia.

Hingga anak dan cucunya menelepon minta agar kedua orang tuanya untuk pulang kembali ke rumah. Saat itu anaknya yang mempunyai usaha pendidikan Albata Islamic Montessori mendesak agar berhenti dari PNS dan membuka usaha sendiri.

"Saya diminta untuk mengembangkan bisnis kain dan hijab. Setelah rundingan dengan istri, ya sudah saya akhirnya mau kembali pulang ke Surabaya," ujarnya.

Saat itu, Yusuf Kurniawan, anak mantunya mempunyai kenalan pemasok kain. Mereka kemudian memesan puluhan rol kain untuk dijadikan hijab.

Baca Juga: ASLI Jatim Dorong Perempuan Berdaya Melalui Bisnis Laundry

Premori fokus untuk menyediakan bahan terbaik karena banyak beredarnya kain-kain dengan kualitas rendah di pasaran dan tidak sedikit orang-orang yang merasa tertipu.

"Waktu pertama kali pesanan besar itu adalah dari seorang dosen dari luar pulau. Mintanya setiap warna kain dibuatkan satu kodi hijab. Dan sekarang reseller kami menyebar di Indonesia. Untuk luar negeri, Alhamdulillah kini produk kami merambah ke 4 negara yaitu Afrika, Jerman, Singapura, dan Malaysia. Yang di Jerman langsung dihandle anak saya yang ada di sana," paparnya.

Sedangkan untuk pangsa pasar domestik, ia menegaskan jika sebagian besar menjadi reseller untuk pengembangan usaha bersama atau kerjasama bisnis hijab.

Chalid menyebutkan jika memanfaatkan media sosial dan market place untuk lebih mengembangkan bisnisnya dengan merekrut tiga pegawai.

Baca Juga: Membaca Siklus, Menjaga Nalar Negara

Sedangkan untuk penjahit, Chalid mengaku bekerjasama dengan puluhan orang.

"Puluhan penjahit itu dari Surabaya. Kami ajak kerjasama agar kualitas tetap terjaga," tandasnya.

 

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.