Rabu, 17 Jun 2026 20:07 WIB

Gus Yani Minta Semua Pihak Mempersiapkan Strategi Mitigasi Bencana

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat meninjau Kali Lamong. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat meninjau Kali Lamong. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

Gresik - Kabupaten Gresik menjadi salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang sering dilanda bencana khususnya bencana alam Hidrometeorologi.

Hal ini berpotensi menimbulkan bencana banjir di sejumlah daerah di Gresik, karena wilayah terdampak tersebut berada pada aliran Sungai Bengawan Solo dan Kali Lamong.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan

Bencana Hidrometeorogi tersebut tidak hanya banjir saja, namun juga memiliki potensi terjadinya angin kencang, angin puting beliung serta bencana tanah longsor.

Dalam menghadapi potensi bencana yang terjadi, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, meminta kepada semua masyarakat dan juga stake holder untuk meningkatkan kewaspadaan. Berbagai strategi dan mitigasi bencana harus dipersiapkan guna antisipasi cuaca ekstrim yang melanda.

Hal tersebut dikatakan Gus Yani, sapaan akrab Bupati Gresik dalam memimpin apel gelar pasukan dalam rangka antisipasi bencana alam tahun 2021 di wilayah Kabupaten Gresik yang dilaksanakan di halaman Mapolres Gresik, Senin pagi (25/10/2021).

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik, Pencarian Terkendala Arus Deras

“Seperti kita ketahui bahwa sejak tahun 2020 kita dihadapkan pada berbagai bencana, baik bencana alam maupun non alam berupa pandemi Covid-19, sehingga dalam penanganan bencana tersebut selain memperhatikan factor evakuasi korban bencana laam juga harus memperhatikan factor protokol kesehatan agar dalam proses penanganannya tidak menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19,” kata Gus Yani.

Dalam mitigasi bencana, Gus Yani mengatakan, tentunya dibutuhkan penyusunan program. Salah satu strategi yang dilakukan dalam menghadapi banjir yang tiap tahun terjadi adalah dengan melakukan normalisasi sungai.

“Minimal ada peningkatan strategi dalam menghadapi bencana alam. Program mitigasi secara fisik yang akan kita lakukan segera adalah melakukan normalisasi pada bantaran sungai Kali Lamong. Setelah apel ini kita akan meninjau Kali Lamong untuk memastikan rencana normalisasi,” pungkas Gus Yani.

Baca Juga: Pemkab Tulungagung Galang Donasi Bencana Sumatra, Terkumpul Ratusan Juta

Selain itu, normalisasi sungai juga akan dilakukan di bantaran sungai Kali Apur yang ada di wilayah Driyorejo.

“Kita minta perusahaan sekitar untuk membantu normalisasi melalui CSR. Mereka kita minta untuk gotong royong melakukan normalisasi. Mudah-mudahan ikhtiar yang kita lakukan bersama ini dapat meminimalisir dampak bencana yang terjadi,” kata Gus Yani.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.