Sabtu, 20 Jun 2026 12:29 WIB

Kota Mojokerto Berselawat, Gus Muwafiq Beber Histori Majapahit

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Gus Muwafiq saat berselawat. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Gus Muwafiq saat berselawat. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Masjid, musala dan surau di Kota Mojokerto secara serentak mengumandangkan selawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yang jatuh pada 12 Rabiul Awal.

Acara yang digelar secara hybrid yaitu luring dan daring ini dikemas dalam tajuk "Kota Mojokerto Bersholawat" bersama Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan KH Ahmad Muwafiq.

Baca Juga: Maulid Nabi di Pinggir Sungai, Sekolah Anak Sungai Gaungkan Teladan Rasulullah

Kegiatan berselawat itu juga dihadiri seluruh jajaran Forkopimda, OPD, serta tokoh agama Islam dari MUI, NU, PD Muhammadiyah, PD LDII, PC Muslimat, Aisyiyah, Fatayat, Anshor, IPPNU, serta IPNU.

Kehadiran beragam kelompok organisasi masyarakat dalam kegiatan tersebut tentu saja menunjukkan keberagaman di tengah masyarakat Kota Mojokerto. Namun pemkot berhasil mempersatukan masing-masing kelompok sehingga dapat menciptakan situasi kondusif di tengah masyarakat.

Pesan persatuan juga nampak menjadi bahasan utama dalam mau'idzah hasanah yang dibawakan oleh Gus Muwafiq. Begitu spesial, Gus Muwafiq memaparkan historis Majapahit secara turut, hingga saat ini menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut diakui oleh sosok Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau yang kerap disapa Ning Ita.

"Kami ingin ke depan beliau kami undang lagi, untuk bicara tentang Majapahit. Hal tersebut sejalan dengan program pembangunan kota Mojokerto yang mengangkat Spirit of Mojopahit," kata Ning Ita dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga: Wisuda Dai dan Santunan 100 Yatim Meriahkan Maulid Nabi di Sukolilo

Ning Ita ingin apa yang disampaikan oleh Gus Muwafiq juga dapat dipahami oleh para penerus bangsa, terutama generasi milenial dan Z. Pemkot ingin para anak muda tidak lupa dengan sejarah dan budaya nusantara.

"Kami ingin pahamkan, sebagaimana yang dijelaskan Gus Muwafiq tadi. Majapahit adalah pusat peradaban semuanya. Berbagai perbedaan yang ada dulu dapat disatukan oleh Majapahit. Semangat tersebut harus bisa diteladani untuk masa sekarang dan ke depannya," paparnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak anak muda yang saat ini lebih bangga dengan budaya-budaya luar, tapi lupa dengan budaya sendiri.

Baca Juga: Libur Maulid, KAI Daop 8 Surabaya Tambah KA, Tiket Bisa Dipesan!

Ning Ita juga menekankan bahwa Rasulullah SAW telah meletakkan dasar-dasar bagi umat Islam, yakni rahmatan lil 'alamin. Yang mana hal tersebut sejatinya sejalan dengan spirit Bumi Majapahit, yang saat itu dapat berdiri di atas keberagaman yang ada.

"Dengan meneladani, mengamalkan ajaran Rasul dan memahami spirit Bumi Majapahit, harapannya Kota Mojokerto yang memiliki latar belakang, ras agama bisa tetap rukun, sehingga membantu kelancaran pembangunan baik infrastruktur maupun sumber daya alamnya," pungkasnya. (ADV)

Kota Mojokerto berselawat bersama Gus Muwafiq. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)Kota Mojokerto berselawat bersama Gus Muwafiq. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.