Senin, 22 Jun 2026 20:32 WIB

Mentan Sebut Jeruk asal Indonesia Tak Kalah dengan Produk Impor

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kantor IPPTP Punten Balitjesto, Kota Batu. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kantor IPPTP Punten Balitjesto, Kota Batu. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendatangi Kantor Inovasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Punten Balitjesto, Kota Batu, Selasa (19/10/2021).

Kedatangan mantan Gubernur Sulawesi Selatan tersebut untuk meninjau komoditas hortikultura penting di Indonesia, yakni jeruk, yang dikembangkan di sana.

Baca Juga: Tertinggi Sepanjang Sejarah, Stok Beras Nasional Capai 5,3 Juta Ton

Pada kesempatan itu, Syahrul Yasin Limpo mengajak masyarakat Indonesia agar mengkonsumsi jeruk nusantara. Mengingat hasil jeruk yang dikembangkan di Indonesia, khususnya di IPPTP Punten Balitjesto, Kota Batu, tak kalah kualitasnya dengan produk luar negeri.

"Sesuai instruksi Pak Presiden, kita harus mengonsumsi produk lokal. Karena produk lokal tak kalah kualitasnya dengan produk impor. Sebaliknya komoditas jeruk harus terus dikembangkan oleh Balitjesto dan masyarakat. Sehingga jeruk nusantara bisa diekspor ke luar negeri," katanya.

Terlebih di tengah pandemi saat ini, mengonsumsi buah-buahan sebagai sumber vitamin C mampu meningkatkan imun. Menurut Yasin Limpo, buah jeruk menempati tingkat konsumsi terbanyak kedua di Indonesia setelah pisang, dengan total produksi di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 2.722.952 ton (BPS, 2021).

"Karena itu pertanian jeruk harus dikembangkan. Apalagi Batu menjadi daerah lokomotif pertanian dan pariwisata di Indonesia. Ini harus dikembangkan dan Balitbangtan melalui Balitjestro harus membantu masyarakat melalui teknologi inovatif. Sehingga bisa banyak dimanfaatkan oleh masyarakat luas," jelasnya.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Yasin Limpo menginstruksikan langsung agar Balitjestro kedepan bisa segera ekspor jeruk. Hal tersebut bisa dilakukan dan diharapkan terlaksana satu hingga dua tahun ke depan.

"Saya tidak mau tahu. Saya minta dengan produktivitas tanaman jeruk meningkat dari hanya 10 ton/ha menjadi 30 ton/ha di tahun 2020, atau meningkat 3 kali lipat dalam 3 dekade ini harus bisa ekspor," tegasnya.

Untuk budidaya jeruk, ia minta bisa disebar di seluruh Indonesia. Tidak hanya di Balitjestro yang ada di Kota Batu.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Saya juga minta jangan hanya pameran terus selesai. Tapi harus ada tindak lanjut. Apalagi di G20 untuk sektor pertanian jadi yang utama. Itu yang dilakukan oleh Amerika," terangnya.

Rangkaian kegiatan selanjutnya adalah pemberangkatan ekspor buah jeruk purut (Puri Agrihorti) ke Prancis dan Belanda sebanyak 1 ton per minggu atau 4 ton per bulan dengan nilai Rp 680 juta. Diharapnya kedepan tidak hanya ekspor buah jeruk purut, tapi berbagai jenis jeruk yang dimiliki Indonesia.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.