Kamis, 18 Jun 2026 14:39 WIB

Petani Tanaman Hias Kota Batu Kewalahan Layani Permintaan dari Luar Negeri

Petani tanaman hias di Kota Batu
Petani tanaman hias di Kota Batu

jatimnow.com - Para petani yang ada di Kota Batu mengaku kewalahan melayani permintaan dari luar negeri yang mencapai 2000 tanaman hias setiap bulannya.

Ketua Jaringan Petani Nasional (JPN) Kota Batu, Juni Purnomo mengatakan beberapa jenis tanaman hias itu antara lain Philodendron dan Anthurium Kuping Gajah yang diminati Negara Belanda dan Amerika.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Lalu Agave Titanota oleh Negara Jepang, dan Rusia yang meminati Sanseviera Trifasciata.

Padahal pembeli yang berada di luar negeri memiliki kemampuan untuk membayar bila ketersediaan stok bisa terpenuhi.

Kendala yang dirasakan yaitu petani di Kota Batu masih mengandalkan metode perbanyakan secara manual.

Misalnya dari biji, teknik split, atau lainnya yang memakan waktu cukup lama. Berbeda dengan petani yang ada di Thailand atau Filipina yang mampu melakukan perbanyakan secara kultur jaringan.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

"Itu bedanya, padahal di luar permintaan sanga banyak. Kita hanya bisa memperbanyak dengan cara manual jadi harus sabar menunggu. Kalau kultur jaringan perbanyakan bisa langsung ratusan bahkan ribuan," jelas Juni, Selasa (19/10/2021).

Menurutnya, kendala itu membuat para petani atau pemulia tanaman hias tidak mampu mendukung percepatan ekspor karena stok tidak mencukupi.

"Sering kali kami dihubungi oleh teman di luar negeri tapi kami kesulitan mencari ketersediaan barang. Harapan kami pemerintah daerah maupun pusat bisa memberikan perhatian lebih agar petani di Indonesia bisa bersaing dengan petani luar negeri," harapnya.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

Perhatian tersebut bisa berupa pelatihan untuk meningkatkan SDM maupun memfasilitasi sarana prasarana contohnya laboratorium kultur jaringan.

"Tujuannya agar bisa bersaing dengan petani negara lain sehingga bisa meningkaktan pendapatan maupun kesejahteraan mereka," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.