Senin, 15 Jun 2026 06:32 WIB

Warna-warni Langit Ponorogo pada Festival Balon Udara Bertali

Suasana penerbangan balon udara di Ponorogo
Suasana penerbangan balon udara di Ponorogo

jatimnow.com - Langit kota reyog Ponorogo kembali meriah. Puluhan balon udara warna-warni berterbangan pada festival balon udara yang digelar oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kamis (21/6/2018).

Berbagai balon udara segala macam bentuk mulai dari gambar reyog sampai ketupat berterbangan di langit Ponorogo.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Acara ini dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan Udara ini sudah dua kali digelar. Tahun 2017 lalu sukses digelar dan tahun ini kembali digelar.

Pantauan jatimnow.com di lapangan para peserta terlihat berdatangan di lapangan sekitar pukul 06.00 WIB. Pun banyak warga yang berdatangan untuk sekedar melihat.

Awalnya balon udara yang merupakan tradisi warga Ponorogo ini sempat dilarang karena membahayakan, namun pemerintah memfasilitasi tradisi warga tersebut dengan aman.

Setibanya di tempat yang disediakan,  peserta langsung mempersiapkan balon dan peralatan lain seperti obor dan pelepah daun kelapa kering.

Usai menyalakan api, para peserta langsung meletakkan mulut balon dengan udara panas dari obor. Semakin lama balon pun tampak mengudara karena terisi udara panas. Tak lupa para peserta pun memegang tali kendali supaya balon tidak terbang.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Dari desa Bringinan, Kecamatan Jambon kami mendaftarkan 5 balon. Kami mengambil tema reog dengan tema cintailah Reog Ponorogo," kata Sarni kepada jatimnow.com di lokasi, Kamis (21/6/2018).

Sarni mengaku saat membuat balon tidak mengalami kesulitan namun harus telaten saat memotong plastik dan merangkainya menjadi balon udara.

"Harapannya semoga bisa dapat juara dan festival ini diadakan setiap tahun sebagai bentuk nguri-uri (menghidupkan,red) kebudayaan Jawa," terangnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Sementara, salah satu warga, Fenti Yustika, menjelaskan jauh-jauh dari Badegan ingin mendukung temannya yang ikut festival balon udara. Dan ingin melihat hiburan.

"Saya jauh-jauh dari Badegan untuk melihat balon udara. Ternyata bagus juga ya langitnya," pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.